Loading...

Fermentasi Jerami Kering di Ds. Sendanggayam Kec.Banjarejo - Blora

Fermentasi  Jerami Kering di Ds. Sendanggayam Kec.Banjarejo - Blora
Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian di Indonesia yang cukup tersedia. Umumnya jerami padi di negeri kita sebagian besar digunakan yaitu sekitar 36-62% dibakar dikembalikan ke tanah sebagai kompos dan 24-39% untuk makanan ternak, sisa yang digunakan untuk industri (7-15%). Selama ini jerami padi sudah dimanfaatkan sebagai pakan sapi, tetapi bukan sebagai pakan utama melainkan hanya sebagai selingan ketika rumput/hijauan tidak tersedia. Sebenarnya jerami padi sangat memungkinkan dimanfaatkan sebagai pakan sapi untuk menggantikan rumput. Namun jerami padi bergizi rendah (hanya mengandung protein 2-3% saja) serta sedikit vitamin dan mineral. Selain itu jerami padi sulit dicerna karena kandungan serat kasarnya yang sangat tinggi. • Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:• Pakan fermentasi ini dapat disimpan dalam jangka lama sehingga bisa dijadikan stok pakan dalam jangka waktu yang lama • Tidak direpotkan lagi dalam mencari pakan sehingga biaya pekerja bisa lebih dikurangi • Produktifitas peternakan lebih meningkat, karena ternak menjadi lebih cepat gemuk, biaya operasional lebih berkurang • Dapat mengantisipasi ketersedian pakan tanpa risau dengan perubahan cuaca dan iklim yang serba tidak menentu • Kualitas ternak lebih baik dan sehat sehingga harga jual lebih meningkat Bahan : Alat : - Jerami 100 kg - Plastik / Terpal - Em4 (ternak) - Ember - Tetes tebu - Gembor - Dedak 2 % - Sabit - Air Secukupnya - Tali rafia Cara pembuatan Pakan Ternak Terfermentasi dengan em4 : - Siapkan jerami yang akan difermentasi ± 100 kg - Siapkan plastik/terpal untuk menyimpan jerami fermentasi - Cacah semua bahan agar ukurannya lebih kecil agar mempermudah proses fermentasi ± 20cm. - Siapkan 1 ember air ± 10 liter - Tambahkan 3 tutup em4 dan 3 tutup tetes tebu kedalam air. - Masukkan jerami yang sudah dicacah kedalam plastik dengan ketinggian 20 cm kemudian taburi dengan dedak . - Siram jerami dengan larutan fermentasi - Masukkan jerami lagi dengan ketinggian ± 20 cm dan padatkan - Taburi dengan dedak dan siram dengan larutan fermentasi - Ulangi langkah ke-8 hingga ketinggian jerami mencapai ± 1 m kemudian tutup rapat. - Proses fermentasi ini memakan waktu kurang lebih 7-10 hari- Pada hari ke-7 periksa aroma jerami, jika aroma harum seperti tape dan serat jerami jadi lunak berarti proses fermentasi berhasil. admin-blora: BUDI NUR PRASTYO(BP3K Banjarejo); Sri Endah M, SP.