Dalam rangka memantapkan program kerja Taman Teknologi Pertanian (TTP) Guguk Limapuluh Kota Sumatera Barat (Sumbar) dilakukan Focus Group Disscussion (FGD) dengan tema Peran dan Komitmen Bersama untuk Mewujudkan Kesejahteraan Petani dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Sarilamak pada tanggal 29 September 2015.Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, dr. Alis Marajo Dt Sori Marajo dan dilanjutkan dengan penandatangani MOU antara Bupati Kabupaten Limapuluh Kota dengan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangtan (Sesba), Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng. Dalam sambutannya, Bupati Limapuluh Kota menyampaikan dukungannya dalam menyukseskan kegiatan TTP mengingat sektor pertanian menyumbang 37% PDRB di Kabupaten Limapuluh Kota. Bupati mengharapkan agar terjadi induksi teknologi dihasilkan Balibangtan dan kelembagaan pada level petani sehingga terjadi penerapan teknologi yang meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat.Sekretaris Balitbangtan menjelaskan secara garis besar program TTP di Indonesia. Disampaikan bahwa sebelas poin penting dalam kegiatan TTP, diantaranya: TTP sebagai wahana peningkatan ekonomi daerah, hilirisasi teknologi, berbasis potensi daerah, tempat pengolahan dan penjualan produk, menjadi inkubasi industri rumah tangga/UKM, manajemen kelembagaan yang professional, merupakan kegiatan yang berlanjut, tersedia lahan yang memadai serta berafiliasi dengan Perguruan Tinggi setempat. Selanjutnya ditegaskan Sesba bahwa alat ukur kinerja keberhasilan TTP adalah 3 P, yaitu Produktivitas, Produksi dan Pendapatan. Untuk memperlancar dan menjamin keberlanjutan program diperlukan tenaga lokal (local champion) sebagai penggerak penerapan teknologi.Kepala BPTP Sumbar sebagai penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa tema kegiatan TTP Guguk di Kabupaten Limapuluh Kota adalah "Rekayasa dan Pengembangan Pusat Informasi, Percontohan Inovasi, Pemberdayaan, serta Gerakan Ekonomi Kerakyatan". Dijelaskan pula bahwa tujuan TTP adalah: (1). Merekayasa dan mengembangkan sebuah kawasan yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi petani dan masyarakat; (2) Tempat percontohan dan pengembangan inovasi teknologi usaha tani; (3) Tempat pelatihan, magang serta pengembangan teknologi dan pemberdayaan kelembagaan; (4) Pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berbasis sumberdaya lokal dengan komoditas utama: kakao, padi, jagung, ubikayu, sapi jahe, dan kelapa. Potensi lainnya adalah tanaman jeruk, sayuran, manggis, pepaya dan itik. Selanjutnya Kepala BPTP Sumbar juga memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan, antara lain koordinasi, sosialisasi dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan nagari, serta Perguruan Tinggi; inisiasi pembangunan percontohan teknologi komoditas utama, pembentukan kelembagaan petani Badan Usaha Milik Nagari (BUM-Nag), serta peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan. Dalam FGD disepakati bahwa untuk menyuskeskan TTP, perlu adanya komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan pihak terkait dalam pelaksanaan TTP, sebagai bentuk political will daerah dalam rangka keberlanjutan program TTP.Sebagai penutup, Anda sebagai Ketua Lembaga BUM-Nag Sungai Talang menyampaikan bahwa lahan yang tersedia di lokasi TTP telah mempunyai badan hukum yang kuat. Berbagai kegiatan TTP telah mulai dirasakan oleh masyarakat Nagari Sungai Talang. Hadir pada saat FGD, Kabid Program Balitbangtan, Dr. Ir. Rohlini, M.Sc., Kepala Balitbu Tropika Solok, Dr. Ir. Mizu Istianto, M.Sc., Kepala BPTP Riau, Prof. Dr. Masganti, MS., peneliti PSEKP Balitangtan, Dr. Ir. Hermanto, M.Sc., peneliti Balitbangtan lainnya, Bappeda Propvinsi Sumatera Barat dan SKPD terkait tingkat Provinsi, Dinas Pertanian Hortikultura dan Pekebunan Kabupaten Limapuluh Kota dan SKPD terkait lainnya tingkat Kabupaten Limapuluh Kota, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Unand, Dr.Ir. Santosa, MP., Politani Paykumbuh, Camat Guguk, Ketua dan pengurus Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Sungai Talang serta peneliti dan penyuluh BPTP Sumbar.Setelah acara FGD dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi TTP yang diikuti oleh peserta FGD ? Rifda Roswita