Refugia Di Lahan Sawah “solusi indah yang ditawarkan alam untuk pengendalian hama padi" "Ada yang berbeda terlihat di pematang-pematang sawah, ada yang bilang kok masa kami petani disuruh menanam bunga di pematang sawah, ada yang bilang aneh-aneh aja nih ibu PPL masa tanaman bunga ditanam di sawah. Mungkin hal itu yang terlintas dipikiran para petani kami ketika kami menjelaskan tentang tanaman hias yang kami anjurkan untuk ditanam dan dibudidayakan disela-sela tanaman padi sawah… Refugia….. memang kata ini masih sangat terdengar asing dan aneh di telinga petani kami….. kamipun awalnya ragu apakah para petani mau untuk menanam tanaman ini di sela-sela tanaman padi mereka. Itulah petani jika belum lihat contoh dan manfaatnya akan selalu ragu untuk memulai dan melaksanakan apa yang disuluhkan oleh penyuluh pertanian lapang. Demplot memang menjadi senjata andalan kami para penyuluh. Lewat media ini kami berikan contoh yang langsung dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh petani. Pak Yadi (45), salah seorang petani yang tergabung menjadi anggota kelompok tani Mukti II Desa Jabong Kecamatan Pagaden sejak tahun 2009 ini pun menuturkan keanehannya pada kegiatan penyuluhan beberapa waktu lalu sebelum memasuki awal musim tanam, dimana petugas penyuluh pertanian menjelaskan macam tanaman refugia dan manfaatnya dalam pengendalian hama tanaman padi. Pak Yadi menjelaskan beragam cara dilakukan untuk membasmi hama. Saat ini petani lebih banyak memilih cara instan menggunakan pestisida atau insektisida, dengan harapan hama bisa seketika terkendali. Tetapi kenyataannya tidak demikian, meski banyak hama yang terbunuh, hama baru pun bermunculan setelah 3 sampai 5 hari setelah dilakukan penyemprotan. Padahal banyak cara lain yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis untuk mengendalikan hama, diantara teknik pengendalian hama tanaman adalah dengan memanfaatkan musuh alami. Musuh alami adalah organisme yang memusuhi hama. Petani dapat menanam tumbuhan bunga refugia di sekitar lahan pertanian untuk menarik serangga parasitoid dan predator yang bermanfaat dan membantu petani. Saat ini, instilah tanaman refugia menjadi trend bahasan dalam setiap kali pertemuan para penyuluh pertanian di lapangan bersama para petani, dengan jargon : salah satu solusi indah yang ditawarkan alam dalam pengendalian hama tanaman padi adalah dengan pemanfaatan Tanaman Refugia. Pemanfaatan tanaman refugia tergolong lebih memiliki nilai ekonomis, lebih ramah lingkungan, sehat, dan yang jelas lebih memiliki nilai estetika dan nilai seni yang tinggi, Bilamana dalam luasan yang cukup tanaman refugia ini tumbuh bersanding dengan tanaman pokok dilahan pertanian akan membuat suasana indah, sedap dipandang, serta petani lebih betah disawah. Refugia adalah beberapa jenis tanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Umumnya tanaman refugia ditanam di pinggir guludan atau di pematang yang tidak dipakai untuk kegiatan petani serta ditanam di luar pertanaman inti. Biasaya ditanam secara memanjang dan memiliki bunga dengan bau dan warna mencolok. Bagaimana kita dapat memilih dan menentukan bahwa tanaman ini termasuk tanaman untuk refugia atau bukan? tidak semuanya dapat digunakan sebagai usaha konservasi musuh alami, terkadang mendatangkan serangga hama yang tidak kita kehendaki. Banyak alternatifnya, lebih baik tanaman yang berbunga. Saat ini, pa yadi menanam tanaman refugia dengan jenis bunga matahari, tanaman kenikir, dan tanaman bunga kertas. Ketiga tanaman ini dipilihnya karena selain bibitnya mudah didapat serta mempunyai karakteristik bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati musuh alami. Adapun tanaman produksi yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman refugia, pa yadi menananm tanaman kacang panjang dan jagung. Penanaman tanaman refugia pada tanaman padi diusahakan sesaat pembuatan galeng selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh. Serangga-serangga musuh alami dan hama sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga. Serangga yang sering melakukan kunjungan adalah kumbang, lalat, lebah,semut, thrips dan kupu-kupu untuk mendapatkan nectar. Selanjutnya pa yadi menuturkan bahwa setelah menanam tanaman refugia di areal sawah, biaya untuk pengendalian hama terutama pembelian insektisida berkurang keuntunganpun meningkat, selain itu juga lingkungan terjaga. --------- TERIMA KASIH --------- (red. TIM BPP Kecamatan Pagaden) BPP Kecamatan Pagaden e-mail : bppkecamatanpagaden@gmail.com