GAPOKTAN PULAI SEPAKAT DI TENGAH MINIMNYA KETERSEDIAAN LAHAN
Pada Selasa tanggal 20 Oktober 2016 Gapoktan Pulai Sepakat yang berada pada Kelurahan Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi kedatangan tamu dari rombongan perwakilan pengurus dan anggota kelompok tani serta tim pendamping dari BP4K Kabupaten 50 Kota. Tujuan dari kunjungan rombongan tersebut pada Gapoktan Pulai Sepakat adalah untuk melakukan Study Banding dan menambah wawasan serta bertukar pengalaman tentang penumbuhan dan pengembangan Gapoktan. Menurut rombongan tersebut, salah satu pertimbangan Gapoktan Pulai Sepakat menjadi tujuan Study Banding adalah Gapoktan Pulai Sepakat Merupakan salah satu Gapoktan berprestasi tingkat provinsi Sumatera Barat. Penghargaan ini di berikan pada acara HUT RI ke 71 pada tanggal 17 Agustus 2016 lalu. Dalam acara ramah tamah kunjungan ini Pak Cecep salah seorang perwakilan pengurus kelompok tani menanyakan, "kiat-kiat apa saja yang dilakukan sehingga Gapoktan Pulai sepakat ini bisa menjadi juara III Gapoktan berprestasi tingkat sumbar?" disampaikan oleh ketua Gapoktan bahwa Gapoktan Pulai Sepakat mempunyai beberapa kiat dalam mengelola Gapoktannya diantaranya: a) Gapoktan Pulai Sepakat memulai kegiatan dengan membenahi seluruh administrasi mulai dari buku Induk anggota sampai buku keuangan LKMA. b) penumbuhan dan pembenahan unit usaha Gapoktan, dimana Gapoktan Pulai Sepakat sampai saat ini sudah mempunyai 2 unit usaha yaitu unit simpan pinjam LKMA Mandiri dan Unit pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (UP2HP) Berkah. c) mengembangkan kegiatan masing-masing unit, dimana pada Unit LKMA Mandiri mempunyai produk diantaranya : Pembiayaan Modal Usaha Anggota, Tabungan, Pembayaran Rekening Listrik, selain itu Unit LKMA sudah melakukan kerjasama dengan pihak PT. Asuransi Bumi Putra dalam penjaminan pinjaman anggota, sedangkan Unit Usaha UP2HP : melakukan pembinaan anggota pengolahan hasil, menggali dan mengembangkan potensi yang ada yaitu: membuat produk unggulan dendeng pucuak ubi yang bahannya merupakan hasil budidaya tanaman ubi kayu dari anggota kelompok, serta membantu pemasaran produk anggota diantaranya mengadakan pasar pabukoan pada bulan ramadhan khusus anggota.