Loading...

Garut Umbi lokal mengangkat ekonomi rakyat

Garut Umbi lokal mengangkat ekonomi rakyat
Garut ararut atau irut adalah sejenis tumbuhan berbentuk terna yang menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Garut bukan makanan pokok namun kerap ditanam di pekarangan di pedesaan sebagai cadangan pangan. Umbi garut mempunyai kandungan pati yang berkualitas tinggi, berukuran halus dan berharga mahal. Rimpang garut juga dapat dijadikan sumber karbohidrat alternatif untuk menggantikan tepung terigu. Rimpang segar mengandung air 69-72%, protein 1,0 %, pati 19,4-21,7 %, serat 0,6 – 1,3 % dan abu 1,3 – 1,4 %. Umbi garut merupakan bahan makanan yang sehat karena tidak mengandung purin yang menyebabkan asam urat tinggi, kandungan serat tinggi kandungan kolesterol rendah dan mengandung barium untuk menpercepat pencernaan. Desa Argodadi merupakan salah satu sentra garut yang ada di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Garut banyak di budidaya di pekarangan bersama dengan tanaman hutan sebagai tanaman bawah tegakan. Dulu budidaya garut masih sangat tradisional tanpa ada pemeliharaan maupun pemupukan. Namun kini petani mulai membudidayakan garut secara intensif dengan dilakukan pemupukan dan pembuatan bedengan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil panen yang semula hanya 11 ton/ha meningkat menjadi 19,7 ton/ha. Sementara produksi garut di Desa Argodadi sebesar 1,38 ton pada lahan pekarangan seluas 70 ha. Saat ini masyarakat semakin menyadari bahwa garut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Mereka tidak lagi menjual garut mentah dengan harga Rp 4.000 tetapi sudah diolah menjadi emping dan pati. Pada musim panen, mereka mampu mengolah emping garut sebanyak 3-5 kg emping/hari yang dijual dengan harga Rp 50.000/kg. Pembuatan Emping Garut Emping garut dibuat dari umbi garut berumur 6-7 bulan, pada saat kadar air rimpang / umbi rendah sehingga tidak lengket saat diolah mejadi emping. Emping garut mempunyai keunggulan sebagai pengganti emping melinjo karena tidak mengandung purin yang menyebabkan asam urat tinggi, kandungan serat tinggi, dan kandungan kolesterol sangat rendah. Mengingat tanaman garut merupakan tanaman musiman yang tidak setiap saat bisa dipanen, sehingga bahan baku umbi juga tidak tersedia setiap saat, maka sebagian besar produksi umbi garut diharapkan dapat diolah menjadi emping, agar mampu disimpan dalam waktu lama. Hal ini untuk menjaga ketersediaan bahan, menjaga harga pasar dan meningkatkan nilai jual produk garut. Cara pembuatan : 1. Pengupasan dan pencucian ; umbi garut sebelum dicuci, dikupas kulitnya sampai putih bersih dari bintik-bintik noda 2. Sortasi dengan pemotongan ; umbi yang digunakan untuk membuat emping adalah bagian tengah, sehingga bagian ujung dan pangkalnya dipotong masing-masing 1 -2 cm, agar emping yang dihasilkan seragam. 3. Perebusan ; dimaksudkan untuk memasak umbi garut agar lunak sehingga mudah untuk dipipihkan. Umbi direbus sekitar 30 - 60 menit sampai umbi terasa kenyal dan lengket, sehingga tidak hancur ketika pemipihan. Untuk menghasilkan emping garut yang gurih maka pada saat perebusan diberi 2% bawang putih dan 1,5% daram dari volume air perebusan. 4. Pengirisan ; umbi yang telah direbus diirissetebal 0,3 cm untuk umbi yang besar dan 0,6 cm untuk umbi yang kecil agar emping yang dihasilkan dapat seragam bentuk dan ukurannya. 5. Pemipihan ; Umbi yang telah diiris diletakkan satu persatu diatas lembaran plastik lalu di pukul pelan-pelan dengan alat pemukul yang terbuat dari besi. 6. Pengeringan ; dilakukan langsung menggunakan plastik lembaran yang dipakai untuk memipihkan umbi garut. Jika sinar matahari sangat terik penjemuran hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. 7. Pengemasan ; Emping garut biasanya dijual dalam bentuk mentah. Emping garut sebelum dipasarkan dikemas dalam plastik dengan bobot 200-1000gram/bungkus. Tujuan pengemasan adalah untuk menarik pembeli, mengawetkan produk, menjaga kebersihan dan mempermudah transportasi dan distribusi. Bahan pengemas emping garut dari bahan plastik yang memenuhi standar mutu adalah dengan ketebalan 0,8 mm atau 1 mm 8. Pelabelan ; Label pada kemasan