Loading...

GEJALAH SERANGAN LALAT BUAH DAN CARA PENGENDALIANNYA KECAMATAN WAWOTOBI KAB. KONAWE

GEJALAH SERANGAN LALAT BUAH DAN CARA PENGENDALIANNYA KECAMATAN WAWOTOBI KAB. KONAWE
Gejala Serangan Lalat buah (Bactrocera sp.) memang tidak pernah memakan buah maupun pohon cabai, tetapi keberadaannya sangat berbahaya dan cukup merepotkan. Tidak semua lalat buah merusak buah cabai, tetapi hanya lalat buah betina saja yang menyebabkan buah cabai busuk dan rontok sebelum matang. Lalat buah betina dewasa menyerang buah cabai dengan cara menusukkan ovipositornya kedalam buah cabai yang masih hijau (muda) untuk menyimpan telur-telurnya. Lalat buah betina bisa menghasilkan telur antara 100 hingga 120 butir. Setelah 2 – 3 hari telur yang tersimpan didalam buah cabai menetas dan menjadi berenga atau larva. Nah, larva atau berenga inilah yang merusak dan menyebabkan buah cabai busuk dan rontok. Larva yang baru menetas akan membuat terowongan sambil memakan daging buah cabai, keadaan ini berlangsung lebih kurang 2 minggu. Selanjutnya larva dewasa akan jatuh ketanah dan kemudian akan membuat terowongan didalam tanah sedalam 2 – 5 cm dan dalam waktu 7-8 hari akan menjadi lalat buah dewasa. Daur hidup lalat buah antara 23 hingga 34 hari. Dalam setahun lalat buah bisa menghasilkan lebih kurang 8 sampai 10 generasi. Gejala serangan hama LALAT BUAH pada cabai ; Serangan lalat buah paling sering terjadi pada buah cabai yang masih hijau (muda), Gejala terlihat pada tangkai buah, ujung buah maupun bagian tengah buah cabai yang masih muda (hijau) menguning, Jika serangan terjadi pada pangkal buah (dekat tangkai buah) biasanya tangkai akan menguning dan buah gugur sebelum telur lalat buah menetas, Serangan pada ujung buah dan bagian tengah buah menyebabkan buah cabai menguning dan busuk serta sedikit basah, Jika diperhatikan pada buah cabai yang terserang terdapat titik hitam/lubang kecil bekas tusukan ovipositor lalat buah betina, Jika dibelah, didalam buah cabai terdapat larva lalat buah berukuran kecil seperti ulat dan berwarna putih. Cara Mengatasi Hama Lalat Buah pada Cabai 1). Menanam Cabai pada Lahan yang Steril Usahakan menanam cabai pada lahan yang bukan bekas tanaman cabai dan bekas tanaman inang seperti timun, gambas, atau pare. Beberapa jenis tanaman tersebut adalah tanaman sayuran buah yang disukai lalat buah. Pada lahan bekas tanaman-tanaman tersebut kemungkinan besar regenerasi lalat buah berlangsung terus-menerus. Musnahkan juga tanaman buah yang tidak terawat yang berada disekitar lokasi lahan cabai, seperti jambu biji atau jambu air. 2). Menggunakan Perangkap Atraktan Metyl Eugenol Perangkap lalat buah yang diberi pemikat berupa atraktan metyl eugenol terbukti ampuh dalam memutus siklus hidup lalat buah. Sasaran dari perangkap ini adalah lalat buah jantan, mereka akan tertarik dan masuk kedalam perangkap. Sehingga lalat buah jantan mati dan tidak dapat membuahi lalat buah betina. Meskipun banyak berkeliaran disekitar tanaman cabai tetapi lalat buah betina hanya menyerang buah cabai pada saat akan bertelur saja. Dengan terperangkapnya lalat buah jantan, maka lalat buah betina tidak akan bertelur dan tidak menyerang buah cabai. Pemasangan perangkap metyl eugenol sebaiknya dilakukan sejak tanaman cabai masih kecil, atau setidaknya sejak tanaman berusia 1 bulan setelah tanam. Dalam 1 hektar lahan perangkap dipasang setidaknya 20-25 buah. 3). Menggunakan Lem Perangkap Lalat Buah Selain menggunakan perangkap seperti petrogenol, penanggulangan lalat buah juga bisa dilakukan dengan pemasangan lem perangkap. Lem khusus pemikat lalat buah ini penggunaannya cukup mudah dan praktis. Lem dioleskan merata pada botol bekas atau lembaran kertas kemudian dipasang beberapa buah pada lahan pertanian cabai. Lem perangkap lalat buah biasanya berwarna kuning, sehingga lalat buah akan tertarik untuk mendekat dan menempel pada perangkap lem tersebut. Selain untuk mengendalikan lalat buah, lem perangkap bisa juga digunakan untuk mengendalikan serangga-serangga perusak tanaman lainnya, misalnya hama dari jenis kutu-kutuan. 4). Pengendalian Dengan Cara Teknis (Manual) Pengendalian secara manual atau dengan kultur teknis dilakukan untuk mengurangi dan mencegah peledakan populasi hama lalat buah. Cara ini dilakukan dengan cara memetik buah cabai yang terserang lalat buah kemudian memusnahkannya. Pengendalian dengan cara ini bertujuan untuk memutus siklus hidup atau regenerasi lalat buah. Dengan memusnahkan buah cabai yang terserang secara otomatis telur atau larva lalat buah yang berada didalam buah cabai juga ikut musnah, sehingga populasi lalat buah dapat berkurang. 5). Pengendalian Secara Kimiawi (menggunakan insektisida kimia) Jika pemasangan perangkap diatas belum mampu mengendalikan lalat buah dengan tuntas, maka pengendalian lalat buah menggunakan insektisida kimia bisa dilakukan. Beberapa jenis insektisida kimia yang beredar dipasaran dapat digunakan untuk membasmi lalat buah. Agar lalat buah bisa secara total dimusnahkan sebaiknya mengkombinasikan cara-cara tersebut.