GERAKAN MASSAL HAMA SUNDEP DI KELP TANI : TANI MAJU DESA LEMBAH
Mulai awal bulan Juni (4/6) banyak laporan petani yang tanaman padi terserang hama pengerek batang alias sundep ( potong leher,istilah petani ),petani dan kelompok tani selalu sigap dalam mengendalikan hama tersebut. Dalam hal tersebut petugas POPT dan PPL bersiap-siap mengajukan bantuan obat anti hama sundep ke Dinas. Dari petugas POPT membuat perencanaan dengan PPL dan Kepala BPK.Sifat penyemprotan ini sifatnya demo antara lain bagaimana mencampur obat hama sundep, takaran harus tepat, kebutuhan obat dengan areal harus sesuai anjuran, sehingga obat hama sundep yang disemprotkan banyak memberikan manfaat, di kalangan kelompok tani ada yang dosisnya melebihi dosis karena katanya kurang ampuh ( mandi;istilah petani). Penyemprotan harus dilakukan secara missal atau bersama-sama sehingga hama yang ada disekitar lahan tidak menyebar ke mana-mana, bila tidak bersama-sama di khawatirkan akan bermigrasi atau berpindah ke tanaman yang lain yang belum disemprot. Kalau tidak disemprot petani akan rugi sampai 50% ' ujar suwarni Petugas POPTBantuan obat untuk hama sundep sifatnya bantuan stimulant dari Dinas selanjutnya kalau sudah mengetahui cara mengaplikasikan obat dan bisa untuk secara swadaya untuk melaksanakan gerakan missal dengan menggunakan kas kelompok tani ' ujar salah satu poktanKepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Babadan Joesoef Soegiarto,SP menilai penyemprotan massal yang dilakukan para petani sudah sesuai dengan ketentuan. "Sudah benar. Sundepnya langsung hilang dan tidak kembali" ujarnya.? penulis : Joesoef soegiarto,SP/ 085856289363