Loading...

GERAKAN MENANAM PADI DESA LABEAN KEC. BALAESANG KAB. DONGGALA

GERAKAN MENANAM PADI DESA LABEAN KEC. BALAESANG KAB. DONGGALA
Pemerintah Daerah dewasa ini dihadapkan pada tantangan pemerintahan baru yang sangat memperhatikan sektor pertanian sebagai tumpuan dalam menjaga ketahanan dalam mensuseskan Program UPSUS Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai yang di kenal dengan (PAJALA) Pelaksanaan Penanaman Perdana yang di hadiri oleh Bupati Donggala bersama seluruh Pejabat Perangkat Daerah Aparat TNI DANRAMIL, KORAMIL, dan BABINSA yang dilaksanakan di Kecamatan Balaesang tepatnya di Desa Labean, didalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama dalam pencapaian swasembada pangan, khususnya Padi, Jagung dan kedelai. Dengan indikator utama pada tahun 2017 Indonesia tidak lagi mengimport beras dari luar negeri. Dalam program pencapaian swasembada pangan tersebut, Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Donggala merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang mendapatkan sasaran program dimaksud, karena berdasarkan data produksi padi di Sulawesi Tengah, menunjukkan Kabupaten Donggala merupakan penyumbang produksi beras terbesar ke-4, setelah Kabupaten Banggai, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi. Pada tahun 2013 produksi padi Kabupaten Donggala mencapai 113.773 ton GKG yang setara dengan 64.067 ton beras, Sedangkan kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Donggala dengan jumlah penduduk 287.921 jiwa hanya membutuhkan konsumsi sebesar 40.018 ton, sehingga pada tahun 2013 terjadi surplus beras sebesar 24.049 ton. Luas Lahan Sawah di Kabupaten Donggala saat ini seluas 14.934 ha dengan Indeks Pertanaman (IP) baru mencapai 190. Hal ini menunjukkan bahwa potensi Luas Panen dan Luas Tanam yang akan dicapai bisa mencapai 28.000 ha. Namun saat ini capaian luas panen kita baru mencapai 25.347 ha. Oleh sebab itu potensi dalam pengembangan produksi padi di Kabupaten Donggala masih sangat luas. Dalam upaya peningkatan produksi melalui pengembangan luas tanam yang akan dilaksanakan adalah dengan program optimasi lahan yang didukung oleh Dana APBN TA. 2015 dengan target sasaran 3000 ha. Selain itu pemerintah pusat juga telah memprogramkan perbaikan irigasi, baik primer, sekunder maupun tertier di Tahun 2015. Menindak lanjuti arahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 3 November 2014, bahwa presiden menugaskan agar pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai dapat dicapai dalam waktu segera. Dalam rangka pencapaian swasembada tersebut akan dilaksanakan program upaya khusus, sebagai berikut : 1). Optimasi Lahan melalui bantuan sarana produksi benih, pupuk dan alat mesin pertanian yang didukung dana kontingensi stabilisasi pangan; 2). Perbaikan jaringan irigasi serta kegiatan pendukung melalui anggaran Refocusing APBN TA. 2015, serta 3). Perbaikan Jaringan Irigasi dan kegiatan pendukung melalui APBN Perubahan Tahun 2015.Sehubungan program tersebut presiden RI telah meminta seluruh Gubernur/ Bupati untuk mendukung pelaksanaan program dimaksud di daerah masing-masing agar terjadi peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai minimal 10 % dari capaian tahun sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas pada hari ini, kita akan melaksanakan action dengan melakukan pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi diseluruh Indonesia dan untuk Kabupaten Donggala akan dilakukan peletakan batu pertama perbaikan irigasi di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan, yang menandakan awal dimulainya Gerakan Perbaikan Irigasi di Kabupaten Donggala.Dan diharapkan setelah perbaikan irigasi tersebut terlaksana maka kelompok tani, Gabungan Kelompok tani (GAPOKTAN), dan P3A serta GP3A untuk dapat memelihara sarana dan prasarana yang telah dibangun untuk dimanfaatkan dalam rangka peningkatan produksi pangan demi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Donggala. Hal ini sangat sejalan dengan Visi Bupati Kabupaten Donggala. "Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Donggala Yang Maju dan Sejahtera, Berbasis Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan". Oleh. Moh. Mubarak, SP