GERAKAN PENGENDALIAN (GERDAL) RAMAH LINGKUNGAN PADA KOMODITI BAWANG MERAH “KEBERSAMAAN PETANI MENUJU PETANI SEJAHTERAâ€
Bawang merah termasuk salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Akan tetapi hasil produksi di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan besarnya permintaan pasar domestik maupun ekspor. Dengan demikian untuk meningkatkan produktifitas dan mendukung pengembangan budidaya bawang merah diperlukan teknik budidaya yang tepat dan inovatif. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu sentra bawang merah di wilayah timur Indonesia harus terus berinovasi menuju petani yang sejahtera.Siapa tak kenal umbi bernama bawang merah, Umbi tanaman yang satu ini digunakan hampir di seluruh jenis masakan Indonesia. Masakan serasa tak lengkap tanpa bumbu ini. Selain untuk masakan bawang merah juga kerap digunakan sebagai obat. Produksi dalam negeri tahun 2016 rata-rata produksi bawang merah di Kabupaten Enrekang mencapai 85.194 ton per ha, sementara potensi produksi sesungguhnya mencapai 10-12 ton/ha. Sebagai salah satu upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui Gerakan pengendalian hama bawang merah melalui peningkatan kebersamaan yang kuat antara petani dan penyuluh di lapangan. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan melalui penggunaan perangkap ramah lingkungan. Adapun cara pembuatan dan aplikasinya sebagai berikut : Cara ini mudah dilakukan dan murah, yaitu menggunakan papan atau botol yang diberi cat kuning atau kertas kuning. Kemudian diolesi dengan bahaan perekat. Perangkap tersebut diletakkan diantara tanaman-tanaman. Penggunaan perangkap ini sangat efektif diterapkan untuk hama yang aktif siang hari. Cara pembuatan perangkap ini sebagai berikut :1. Papan persegi dibuat dengan ukuran 30x30 cm atau botol akua 1 liter2. Papan atau botol dicat kuning atau dibungkus plastik atau kertas warna kuning3. Permukaan botol atau papan dioleskan zat perekat hingga rata4. Letakka Bawang merah termasuk salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Akan tetapi hasil produksi di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan besarnya permintaan pasar domestik maupun ekspor. Dengan demikian untuk meningkatkan produktifitas dan mendukung pengembangan budidaya bawang merah diperlukan teknik budidaya yang tepat dan inovatif. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu sentra bawang merah di wilayah timur Indonesia harus terus berinovasi menuju petani yang sejahtera.Siapa tak kenal umbi bernama bawang merah, Umbi tanaman yang satu ini digunakan hampir di seluruh jenis masakan Indonesia. Masakan serasa tak lengkap tanpa bumbu ini. Selain untuk masakan bawang merah juga kerap digunakan sebagai obat. Produksi dalam negeri tahun 2016 rata-rata produksi bawang merah di Kabupaten Enrekang mencapai 85.194 ton per ha, sementara potensi produksi sesungguhnya mencapai 10-12 ton/ha. Sebagai salah satu upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui Gerakan pengendalian hama bawang merah melalui peningkatan kebersamaan yang kuat antara petani dan penyuluh di lapangan. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan melalui penggunaan perangkap ramah lingkungan. Adapun cara pembuatan dan aplikasinya sebagai berikut : Cara ini mudah dilakukan dan murah, yaitu menggunakan papan atau botol yang diberi cat kuning atau kertas kuning. Kemudian diolesi dengan bahaan perekat. Perangkap tersebut diletakkan diantara tanaman-tanaman. Penggunaan perangkap ini sangat efektif diterapkan untuk hama yang aktif siang hari. Cara pembuatan perangkap ini sebagai berikut :1. Papan persegi dibuat dengan ukuran 30x30 cm atau botol akua 1 liter2. Papan atau botol dicat kuning atau dibungkus plastik atau kertas warna kuning3. Permukaan botol atau papan dioleskan zat perekat hingga rata4. Letakkan perangkap tersebut pada tiang tiang di kebun, tiap 10m2 pasang minimum 1 buah perangkap5. Perekat pada perangkap perlu dikontrol dan diperbarui secara teratur supaya perekat tidak kering.Berikut perekat yang dapat digunakan• Getah nangka• Karet gelang dicampur minyak tanah 1:1• Sterofoam dicampur bensin 1:1• Lem tikus n perangkap tersebut pada tiang tiang di kebun, tiap 10m2 pasang minimum 1 buah perangkap5. Perekat pada perangkap perlu dikontrol dan diperbarui secara teratur supaya perekat tidak kering.Berikut perekat yang dapat digunakan• Getah nangka• Karet gelang dicampur minyak tanah 1:1• Sterofoam dicampur bensin 1:1• Lem tikus