MAROS — Kementerian Pertanian Repiblik Indonesia bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melaksanakan kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi di Kecamatan Lau, Minggu (17/05/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di kelompok tani Cahaya Muda Desa Bontomarannu, dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Bapak Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH (SYL) yang juga turut dihadiri oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Dirjen Tanaman Pangan dan Kepala Balai Litbang Kementan serta Wakil Bupati Maros, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Prop. Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Camat Lau, para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, kelompok tani dan masyarakat tani. Percepatan tanam padi, diawali dengan melakukan penanaman padi oleh Menteri Pertanian dan Wakil Bupati Maros dengan menggunakan rice transplanter type riding yang diikuti oleh para Dirjen Kementan yang juga menggunakan alat mesin pertanian yang sama. Dan dilanjutkan dengan tatap muka dengan para kelompok tani dan masyarakat tani yang berada di Kabupaten Maros khususnya Kecamatan Lau. Sebelum menteri pertanian memberi arahan terlebih dahulu Wakil Bupati Maros H.A. Harmil Mattotorang melaporkan bahwa luasan tanam di Kabupaten Maros mencapai kurang lebih 26.205 hektare dengan prediksi produksi sekitar 295.800 ton. "Target April - September yaitu 20.000 Ha dengan realisasi 65 persen. Khusus dibulan Mei, realisasi kurang lebih 7.000 Ha dari target 8.312 Ha atau kurang lebih 84 persen. Sisa tanam terus berjalan hingga akhir bulan Mei. Wakil Bupati Maros menyampaikan, sawah yang ditanam merupakan sawah irigasi yang rata-rata produksinya dua kali dalam setahun dengan hasil panen mencapai 6,00 – 7,50 ton per hektare. "Dengan melakukan pengolahan sekarang mempermudah petani karena air tersedia dengan baik. Terlebih ada potensi kekeringan di bulan Juni-Agustus, Insya Allah akan tercapai," katanya. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa “Gerakan percepatan tanam. Gerakan Tanam Ini merupakan upaya untuk menjaga dan mendukung Ketahanan Pangan Indonesia” dan mengapresiasi kerja keras para petani yang difasilitasi oleh para Penyuluh Pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros yang telah melakukan percepatan tanam. “Kita sudah selesai musim tanam pertama. Dan kita akan segera masuk pada musim kering. Tapi masih ada sisa hujan di bulan Mei menuju Juni, yang dimaanfaatkan orang Sulsel dengan sangat baik. Dan ini merupakan langkah yang baik yang perlu diapresiasi dengan baik,” ujarnya. Mentan Menegaskan pentingnya petani untuk tetap berperan aktif dalam menjaga stok pangan dengan menyegerakan pengolahan lahan setelah selesai melakukan panen. Dan juga berpesan agar petani tetap menjaga kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 dengan mengikuti protokoler kesehatan dari menteri kesehatan. Secara khusus, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, Kabupaten Maros bisa menjadi lumbung pangan terbaik. “Kabupaten Maros memiliki balai penelitian, dan petani di Maros sudah terbiasa dengan IP 200, IP 300. Tadi kami juga sudah ada kesepakatan antara Wakil Bupati dan Dinas Provinsi untuk mempercepat IP 300nya. IP 300 ini tahan 3 kali. Jadi kita akan menggenjot, penanaman padi IP300 sebanyak 3000 hektar,” katanya. SYL mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga stok pangan demi menjamin ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia dan tanggung jawab itu dibebankan kepada Kementerian Pertanian. Ketua kelompok tani Cahaya Muda, Hj. Hajrah yang merupakan salah satu ketua poktan wanita di Kabupaten Maros Mengatakan bahwa saat ini mayoritas petani di kelompoknya menanam padi varietas Ciherang yang berasal dari bantuan benih Kementerian Pertanian dengan luas lahan secara total untuk semua anggota kelompok adalah 38.05 ha. Sawah yang ditanami merupakan sawah irigasi yang rata-rata ditanami dua kali dalam setahun dengan produktivitas rata-rata antara 7-8 ton/ha tutupnya. Penulis : WAHIDA, SP, M.Si (Penyuluh Pertanian Kec. Lau)