GERAKAN TANAM JAGUNG DAN PANEN SERENTAK DI SELURUH INDONESIA
Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tanwir M. Ali, Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Roswaty Agus melakukan kegiatan Tanam Jagung dan Kedelai di Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila. Bupati optimis sektor Pertanian di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tetap kuat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah pandemi covid 19. Dalam sambutannya beliau guna mewaspadai kemarau panjang pemerintah daerah mengharapkan petani untuk melakukan penanaman lebih awal. Dalam mewaspadai kemarau panjang pada tanggal 12 Mei 2020 bapak Bupati melakukan penanaman dengan sistem tumpang sari jagung dan kedelai yang diharapkan 80 atau 90 hari kedepan sudah bisa panen. Luasan yang dilakukan penanaman tumpang sari jagung dan kedelai kurang lebih 5 Ha, sekaligus melaporkan kesiapan pangan kepada Menteri Pertanian dalam Virtual Meeting Vidio Conference Gerakan Tanam dan Panen Seluruh Indonesia. Berdasarkan perkiraan FAO dan BMKG negara Indonesia akan mengalami kemarau panjang, oleh karena itu dalam menghadapi hal tersebut Bupati Hamim Pou mengharapkan para pelaku utama untuk memanfaatkan lahan dengan sebaik baiknya temasuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong untuk ditanami. Kabupaten Bone Bolango terdiri dari 80 persen wilayah hutan lindung taman nasional Bogani yang arealnya relatif terbatas. Untuk areal lahan kering kurang lebih 4.00 Ha dan lahan basah kurang lebih 2.015 Ha dengan produktivitas yang bervariasi antara 5,2 sampai 9,2 ton GKP per Ha. Untuk memaksimalkan lahan yang kurang sumber air Bupati Hamim Pou menyarankan perlu adanya terobosan yang diusulkan kepada Menteri Pertanian dalam Vidio Conference. Hamim Pou mengatakan perlu adanya anggaran belanja modal untuk pencarian sumber – sumber air guna menopang lahan yang kekurangan sumber air. Menanggapi hal tersebut Menteri Pertanian menghimbau kepada seluruh Kepala Daerah agar terus memperkuat Ketahanan Pangan, oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat terkait penguatan Ketahanan Pangan Nasional dan Peran Penyuluh Pendamping dan Babinsa guna memacu petani mempercepat olah tanah. Penulis : Lukman Hairun Penyuluh Pertanian Madya