GROPYOKAN TIKUS PADA LAHAN PADI SAWAH BP3K Kecamatan Sendang Agung merupakan salah satu BP3K yang berada di Kabupaten lampung Tengah yang setiap awal musim tanam padi mempunyai program gropyokan tikus di lahan sawah. Maka pada awal tanam padi sawah bulan desember 2018 juga melaksanakan gropyokan tikus. Pada kesempatan ini gropyokan tikus dihadiri oleh UPTD Tanaman Pangan dan Hortikultura, Korluh, Popt, Penyuluh, gapoktan, poktan dan anggota kelompok tani. Hama tikus merupakan hama yang sangat merugikan bagi petani padi, tanaman padi yang terserang hama tikus kerusakannya bisa mencapai 75-100%. Untuk itu pengendalian hama tikus sangat perlu dilaksanakan terutama daerah-daerah yang rawan serangan hama ini, terutama daerah yang berbatasan dengan hutan maupun tanaman perkebunan terutama kelapa sawit.Padi merupakan jenis tanaman pangan yang mempunyai peran penting sebagai tanaman pangan dunia. Semakin meningkatnya permintaan beras membuat begitu penting peran budidaya padi, terutama di Indonesia. Indonesia termasuk negara dengan makanan pokok beras dan pengonsumsi beras terbesar. Mengingat meningkatnya permintaan beras maka budidaya padi harus diimbangi dengan adanya pengendalian hama dan penyakit tanaman. Khususnya pengendalian hama tikus yang sering merusak tanaman padi bunting sehingga mengurangi hasil produktivitas tanaman padi tersebut. Hama tikus perlu perhatian khusus karena kehilangan hasil produksi akibat serangan hama tikus sangat tinggi. Salah satu cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan Kegiatan Gropyokan Tikus. Kegiatan ini dilakukan dilahan sawah pada saat tanaman padi telah dipanen atau tanaman padi sebelum ditanam. Pengendalian gropyokan tikus dilakukan dengan cara meracuni tikus dengan membakar umpan sekam padi beserta belerang di lubang sarang tikus yang terletak di sawah tanaman padi menggunakan api yang berasal dari tabung gas yang disambung dengan selang regulator (1 set). Asap yang ditimbulkan dari pembakaran sekam dan belerang ini menimbulkan bau yang dapat meracuni tikus tersebut, sehingga tikus akan setengah sadar bahkan beberapa sampai mati. Kegiatan gropyokan ini sangat efektif dilakukan karena dapat mengurangi populasi tikus di sawah yang akan ditanami padi.Penulis : Alfonsus Winarso (THL-TBPP Sendang Agung, Lampung Tengah)