Loading...

GROPYOKAN TIKUS PADA TANAMAN PADI SAWAH

GROPYOKAN TIKUS PADA TANAMAN PADI SAWAH
Padi merupakan jenis tanaman pangan yang mempunyai peran penting sebagai tanaman pangan dunia. Semakin meningkatnya permintaan beras membuat begitu penting peran budidaya padi, terutama di Indonesia. Indonesia termasuk negara dengan makanan pokok beras dan pengonsumsi beras terbesar. Mengingat meningkatnya permintaan beras maka budidaya padi harus diimbangi dengan adanya pengendalian hama dan penyakit tanaman. Khususnya pengendalian hama tikus yang sering merusak tanaman padi bunting sehingga mengurangi hasil produktivitas tanaman padi tersebut. Khususnya di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki populasi tikus sawah diambang batas ekonomi tanaman padi.Hama tikus perlu perhatian khusus karena kehilangan hasil produksi akibat serangan hama tikus sangat tinggi. Salah satu cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan Kegiatan Gropyokan Tikus. Kegiatan ini dilakukan dilahan sawah pada saat tanaman padi telah dipanen atau tanaman padi sebelum ditanam. Pengendalian gropyokan tikus dilakukan dengan cara meracuni tikus dengan membakar umpan sekam padi beserta belerang di lubang sarang tikus yang terletak di sawah tanaman padi menggunakan api yang berasal dari tabung gas yang disambung dengan selang regulator (1 set). Asap yang ditimbulkan dari pembakaran sekam dan belerang ini menimbulkan bau yang dapat meracuni tikus tersebut, sehingga tikus akan setengah sadar bahkan beberapa sampai mati. Kegiatan gropyokan ini sangat efektif dilakukan karena dapat mengurangi populasi tikus di sawah yang akan ditanami padi. Mega Silvia Fitrianti, SP Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian TPH, Keca. Rumbia, Kab. Lampung Tengah.