Loading...

Hama dan Penyakit Bawang Daun

Hama dan Penyakit Bawang Daun
Bawang daun (Allium fistulosum) merupakan jenis sayuran yang sering dijadikan bumbu atau bahan penyedap masakan. Bentuk daunnya bulat panjang, berongga seperti pipa. Ujungnya meruncing sedangkan pangkalnya padat berwarna putih. Pada jenis yang lain seperti Allium porum bentuk daunnya pipih seperti pita. Bawang daun mengandung vitamin C, banyak vitamin A dan sedikit vitamin B. Bawang daun sudah cukup lama dibudi-dayakan petani pada lahan dataran tinggi dengan udara yang sejuk (suhu rendah). Dalam pembudidayaannya perlu diperhatikan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman ini. Hama. Hama yang sering diternukan di areal penanaman bawang daun antara lain ulat tanah (Agrotis ipsilon). Hama ini bisa membuat tanaman rebah. Pangkal batang yang diserang akan memperlihatkan bekas gigitannya. Bisa juga batang sampai terpotong hingga putus. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida Dursban 20 EC dengan dosis 2-3 ml/i air. Daun-daun yang berlubang sering disebabkan oleh ulat penggerek daun (Spodoptera eaygua). Saat tanaman masih kecil imagonya meletakkan telur di daun, dan ulatnya yang menetas memakan daun terutama dari bagian pinggir dan bawah. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida Azodrin 2-3 cc/1 air atau Diazinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/1 air. Penyakit. Adapun penyakit yang merusak tanaman bawang daun ialah busuk batang lunak. Penyebabnya ialah cendawan Erwinia carotovora. Cirinya batang yang terserang busuk, basah, dan mengeluarkan bau tak enak. Penyakit yang berbahaya ini belum ditemukan cara pengendaliannya yang tuntas. Pergiliran tanaman diharapkan dapat memutus daur hidup penyakit. Begitu pula pemeliharaan lahan sayuran agar tidak kotor atau terlalu lembap. (oleh : Permata Katrin Tombokan, SP Kepala BPP Bunaken dan Bunaken Kepulauan