Kegiatan pengembangan tanaman hortkiltura terus digalakkan di Kabupaten Pidie Jaya melalui program PAJALEBABE yang diprogramkam oleh pemerintah pusat. Tanaman Hortikultura yang sedang dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya adalah cabe, tanaman ini biasanya ditanam pada saat musim panen padi selesai.Budidaya cabai dimusim kemarau maupun dimusim penghujan sebenarnya sama-sama memiliki resiko gagal panen, perbedaannya terletak pada penyebabnya saja. pada musim kemarau penyebab utama gagal panen adalah kekurangan air, sementara dimusim penghujan disebabkan oleh kelebihan air. Kendala budidaya cabai dimusim hujan adalah cuaca yang tidak kondusif, dimana curah hujan yang tinggi disertai kelembaban yang tinggi pula sehingga dapat memicu perkembangan beberapa jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit. Beberapa jenis Hama dan Penyakit Tanaman Cabai 1. Ulat Grayak (Spodoptera litura) Ulat grayak dikenal juga dengan sebutan ulat tentara karena menyerang secara berkelompok/bergerombol dengan jumlah yang sangat banyak. Ulat grayak menyerang daun muda hingga daun tua, daun yang terserang berlubang dan meranggas. Pada serangan parah ulat grayak dapat menghabiskan seluruh daun tanaman. Pencegahan dan pengendalian ulat grayak : Menjaga kebersihan kebun dengan membersihkan gulma atau rumput liar di sekitar areal tanaman dan Pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida kimia. 2. Kutu Kebul (Bemisia tabaci) Hama kutu kebul pada tanaman cabai adalah Bemisia tabaci. Hama ini berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Hama kutu kebul menyerang dan menghisap cairan daun tanaman sehingga sel-sel dan jaringan daun tanaman rusak. Kutu kebul merupakan vektor utama virus gemini penyebab penyakit bulai. Pencegahan dan pengendalian hama kutu kebul :Sanitasi kebun danPenyemprotan insektisida kimia. 3. Hama Jangkrik dan Gangsir Hama jangkrik dan gangsir sering menyerang tanaman cabai pada musim hujan. Hama ini menyerang di malam hari dengan memakan pangkal batang tanaman cabi muda hingga putus. Tanaman cabai yang paling rawan terserang hama jangkrik maupun gangsir adalah tanaman muda yang baru dipindah tanam. Pencegahan dan pengendalian hama jangkrik dan gangsir : Pencegahan dapat dilakukan dengan menutup rapat lubang tanam supaya antara mulsa plastik dan tanah tidak berongga. Hal ini cukup membantu meminimalisir serangan dan Penyemprotan insektisida. 4. Ulat Buah (Helicoverpa sp) Ulat buah biasanya menyerang buah cabai muda yang masih hijau dengan cara membuat lubang dan memakan daging buah. Buah yang terserang berlubang pada bagian dalamnya kemudian menguning lalu rontok. Pengendalian dan pencegahan hama ulat buah ;Sanitasi kebun dan Penyemprotan insektisida kimia. 5. Hama Lalat Buah Lalat buah menyerang buah cabai dengan cara menusukkan ovipositornya untuk menyimpan telur dan kemudian menetas didalam buah cabai. Telur lalat buah yang telah menetas menjadi larva akan memakan daging buah cabai hingga menyebabkan buah cabai membusuk, menguning dan rontok. Pengendalian dan pencegahan hama lalat buah ; Pemasangan perangkap, baik berupa atraktan maupun lem perangkap dan Penyemprotan insektisida pada pagi hari. 6. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman cabai adalah Pseudomonas solanacearum, yaitu bakteri parasit yang menyerang area perakan tanaman cabai, pangkal batang, tunas dan seluruh bagian tanaman. Gejala penyakit layu bakteri :Gejala awal penyakit layu bakteri adalah tanaman cabai terlihat segar dipagi hari, layu disiang hari dan segar kembali disore hari. Gejala ini berlangsung selama beberapa hari saja sebelum tanaman cabai akhirnya mengering dan mati. Bakteri yang menginfeksi akar dan pangkal batang cabai menyebabkan aliran air dari akar ke batang dan daun cabai terhambat sehingga tanaman layu. Akar dan pangkal batang tanaman cabai yang terserang bakteri ini akan membusuk hingga akhirnya tanaman mati. Pencegahan dan pengendalian penyakit layu bakteri ; Pengolahan lahan yang baik, yaitu dengan membuat bedengan yang tinggi, Pengapuran untuk mengatur pH tanah, Menggunakan benih unggul yang toleran terhadap bakteri Psedomonas solanacearum, Menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi, kurangi pupuk nitrogen karena kelebihan nitrogen, Segera musnahkan tanaman cabai yang terinfeksi dan Tidak dianjurkan pengairan dengan cara penggenangan karena dapat menyebarkan bakteri ke tanaman lainnya dengan cepat 7. Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxisporum) Gejala penyakit layu fusarium :Gejala serangan fusarium oxysporum sekilas mirip dengan layu bakteri, gejala awal yaitu daun-daun tua layu kemudian menyebar keatas ke daun muda hingga pucuk, menguning dan seluruh bagian tanaman layu sebelum akhirnya mati. Jika dicabut akar cabai terlihat membusuk dan bewarna kecoklatan. Pencegahan dan pengendalian penyakit layu fusarium ; Aplikasi Trichoderma pada lahan sebelum bibit ditanam, Pengapuran untuk meningkatkan pH tanah, Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang, dan Memperbaiki drainase supaya tidak ada genangan air saat musim hujan. 8. Penyakit Antraknosa (C. capsici) Gejala penyakit antraknosa pada cabai : Biasanya cendawan C. capsici menyerang tanaman dengan menginfeksi jaringan buah dan membentuk bercak cokelat kehitaman yang kemudian meluas menjadi busuk lunak. Serangan yang berat menyebabkan buah mengering dan keriput seperti jerami. Pada bagian tengah bercak yang mengering terlihat kumpulan titik-titik hitam dari koloni cendawan. Dikalangan petani cabai penyakit antraknosa dikenal dengan berbagai sebutan, seperti patek, api-api. Pencegahan dan pengendalian penyakit antraknosa : Perendaman benih sebelum disemai menggunakan air hangat kuku dan fungisida, Penyemprotan fungisida sejak mulai terbentuknya buah untuk pencegahan, Memusnahkan buah yang terserang, dan Menanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar lingkungan tidak lembab. 9. Penyakit Busuk Phytophthora Gejala penyakit busuk phytophthora :Cendawan Phytophthora capsici dan Phytophthora infestans dapat menyerang seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, daun dan buah cabai. Gejala serangan pada akar ; akar membusuk, lembek dan berwarna kecoklatan. Gejala serangan pada batang ; batang membusuk, berwarna kehitaman dan kulit batang mudah terkelupas. Gejala serangan pada daun ; daun membusuk, kehitaman / lonyot. Gejala serangan pada buah cabai ; tangkai buah membusuk berwarna coklat kehitaman dan akhirnya buah cabai gugur. Pencegahan dan pengendalian penyakit busuk phytophthora :Mengatur jarak tanam dengan menanam tidak terlalu rapat saat musim hujan, Sanitasi kebuh, Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang, Penyemprotan fungisida kimia. Penulis (Muhammad Nazar, S.ST) Sumber : http://mitalom.com/hama-dan-penyakit-utama-tanaman-cabai-saat-musim-hujan/ https://alamtani.com/tanaman-cabe/