Loading...

HAMA PADA TANAMAN KEDELAI

HAMA PADA TANAMAN KEDELAI
Hama merupakan salah satu kendala dalam usaha meningkatkan hasil panen kedelai. Ada 111 jenis hama kedelai yang telah diketahui di lndonesia, beberapa di antaranya adalah hama pemakan daun. Hama pemakan daun yang berstatus penting atau agak penting ada empat jenis yakni kumbang daun (Phaedonia inclusa Stal.), penggulung daun (Lamprosema indicata F.), ulat iengkal (Chrysodeixis chalcites Curt,), dan ulat grayak Spodoptera litura F.). Kerusakan daun akibat serangan hama pemakan daun mengganggu proses fotosintesis yang akhirnya mengakibatkan kehilangan hasil panen. Berikut hama-hama yang terdapat pada tanaman kedelai : 1. Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli)Bioekologi Lalat bibit kacang menyerang sejak tanaman muda muncul ke permukaan tanah hingga tanaman umur 10 hari. Lalat betina meletakkan telur pada tanaman muda yang baru tumbuh. Telur diletakkan di dalam lubang tusukan antara epidermis atas dan bawah keping biji atau disisipkan dalamm jaringan mesofil dekat pangkal keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua. Telurnya bewarna putih seperti mutiara dan berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 0,31 mm dan lebar 0,5 mm. Setelah dua hari, telur menetas dan keluar larva. Larva masuk ke dalam keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua, kemudian membuat lubang gerekan. Selanjutnya larva menggerek batang dan berubah bentuk menjadi kepompong. Pada pertumbuhan penuh, panjang larva mencapai 3,75 mm. Kepompong mula – mula bewarna kuning kemudian berubah menjadi kecoklatan.Gejala Serangan Serangan lalat kacang ditandai oleh adanya bintik – bintik putih pada keping biji, daun pertama atau kedua. Bintik – bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur ( ovipositor ) dari lalat kacang betina.Pengendalian Saat benih ditanam, tanah diberi Furadan 36, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.2. Lalat Batang ( Melanagromyza sojae )Bioekologi Imago bewarna hitam, bentuk tubunya serupa dengan lalat bibit kacang dengan sayap transparan. Ukuran tubuh serangga betina 1, 88 mm dan serangga jantan 3, 90 mm. Telur diletakkan pada bagian bawah daun sekitar pangkal tulang daun di daun ketiga dan daun yang lebih muda. Telur berbentuk oval dengan ukuran panjang 0,36 mm dan lebar 0,13 mm. Setelah 2 – 7 hari telur menetas menjadi larva dan makan jaringan daun, kemudian menuju batang melalui tangkai daun dan masuk serta menggerek batang bagian dalam. Kepompong terbentuk didalam batang dengan ukuran panjang 2,35 mm dan lebar 0,80 mm.Gejala Serangan Pada daun muda, terdapat bintik – bintik bekas tusukan alat peletak telur. Lubang gerekan larva pada batang dapat menyebabkan tanaman layu, mengering dan mati.Pengendalian• Penggunaan Mulsa Jerami• Perlakuan Benih• Penyemprotan pestisida sama tanaman berumur 12 hari, bila populasi mencapai ambang kendali. 3. Ulat Grayak ( Spodoptera litura )Bioekologi Serangga dewasa berupa ngengat abu – abu, meletakkan telur pada daun secara berkelompok. Ukuran tubuh ngengat betina 14 mm sedangkan ngengat jantan 17 mm. Setiap kelompok telur terdiri dari 30 – 700 butir yang ditutupi oleh bulu – bulu bewarna merah kecoklatan. Telur akan menetas setelah 3 hari. Ulat yang baru keluar dari telur berkelompok di permukaan daun dan makan epidermis daun. Ulat grayak aktif makan pada malam hari, meninggalkan epidermis atas dan tulang daun sehinggan daun yang terserang dari jauh terlihat bewarna putih. Panjang tubuh ulat yang telah tumbuh penuh 55 mm. Kepompong terbentuk didalam tanah. Setelah 9 – 10 hari, kepompong akan berubah menjadi ngngat dewasa.Gejala Serangan kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Ulat dewasa memakan polong muda dan tulang daun daun muda, sedang pada daun yang tua tulang – tulangnya akan tersisa. Pengendalian• dengan cara sanitasi;• disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC, Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. 4. Aphis ( Aphis Glycine )Bioekologi Tubuh Aphis Berukuran kecil, lunak dan bewarna hijau agak kekuning – kuningan. Sebagian besar jenis serangga ini tidak bersayap, tetapi bila populasi meningkat sebagian serangga dewasanya membentuk satap yang bening. Aphis dewasa yang bersayap ini kemudian berpindah ke tanaman lain untuk membentuk koloni yang baru. Serangga ini menyukai bagian – bagian yang muda dari tanaman inangnya. Panjang tubuh Aphis dewasa berkisar antara 1 – 1,6 mm. Nimfa Aphis dapat dibedakan dengan imagionya dari jumlah ruasa antena. Jumlah antena nimfa instar satu umumnya 1 atau 5 ruas, instar kedua 5 ruas, instar tiga 5 atau 6 ruas dan instar empat atau imago 6 ruas. Serangga muda ( nimfa ) dan imago mengisap cairan tanaman.Gejala Serangan Tanaman Layu Petumbuhan tanaman menjadi lambatPengendalianq Menanam kedelai pada waktunya, mengolah tanah dengan baik, bersih, memenuhi syarat, tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacangkacangan;q Membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnyaq Menggunakan musuh alami ( predator maupun parasit )q Penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. 5. Kepik Hijau ( Nezara Viridula )Bioekologi Kepik ijau dewasa mulai datang di pertanaman menjelang fase berbunga. Telur diletakkan secara berkelompok, rata – rata 80 butir pada permukaan daun bagian bawah, permukaan daun bagian atas, polong dan batang tanaman. Bentuk telurnya seperti cangkir bewarna kuning dan berubah menjadi merah bata ketika akan menetas. Telur menetas setelah 5 – 7 hari. Kepik muda ( nimfa ) yang baru keluar tinggal bergerombol diatas kulit telur. Untuk menjadi serangga dewasa nimfa mengalami 5 instar yang berbeda warna dan ukurannya.Gejala Serangan Kepik muda dan dewasa merusak polong dan biji dengan menusukkan stiletnya pada kulit polong terus ke biji kemudian mengisap cairan biji. Kerusakan yang disebabkan oleh kepik hijau ini menyebabkan penurunan hasil dan kualitas biji.Pengendalian Menanam Tanaman Serempak Pergiliran Tanaman Penyemprotan Insektisida Tanam Tanaman Perangkapo sesbana rostrata 6. Lalat Pucuk ( Melanagromyza dolicostigma )BioekologiSerangga dewasa berupa lalat bewarna hitam, bentuknya serupa dengan lalat kacang. Panjang tubuh serangga jantan mempunyai panjang tubuh 1,95 mm dan lebar 0,66 mm dengan rentang sayap 5,15 mm. Telur diletakkan pada permukaan bawah dari daun – daun bagian pucuk yang belum membuka. Telur bewarna hijau keputih – putihan, berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 0,38 mm dan lebar 0,15 mm. Setelah keluar dari telur, larva makan dan menggerek ke dalam jaringan daun, kemudian menuju pucuk tanaman melalui tulang daun.Gejala SeranganSerangan lalat pucuk pada tingkat populasi tinggi menyebabkan seluruh helai daun layu. Serangan pada awal pertumbuhan umumnya jarang terjadi, Kematian pucuk berlangsung pada saat pembungaan.Pengendalian· Varietas Toleran· Mulsa jerami· Perlakuan Benih ( pada daerah endemik )· Penyemprotan Insektisida 7. Kutu Bemisia ( Bemisia tabaci )BioekologiSerangga dewasa kutu kebul bewarna putih dengan sayap jernih, ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Ukuran tubuhnya berkisar 1-1,5 mm. Serangga dewasa meletakkan telur di permukaan bawah daun muda. Telur bewarna kuning terang dan bertangkai seperti kerucut. Stadia telur berlangsung selama 6 hari. Serangga muda ( nimfa ) yang baru keluar dari telur bewarna putih pucat, tubuhnya berbentuk bulat telur pipih. Hanya instar satu yang kakinya berfungsi, sedang instar du dan tiga melekat pada daun selama masa pertumbuhannya. Panjang tubuh nimfa 0,77 mm. Stadia pupa terbentuk pada permukaan daun bagian bawah. Ada jenis lain yang lebih besar disebut Aleurodicus dispersus atau kutu putih. Gejala SeranganSerangga muda dan dewasa mengisap cairan daun. Ekskreta kutu kebul menghasilkan embun madu yang merupakan medium tumbuh cendawan jelaga, sehingga tanaman sering tampak hitam.Pengendalian· Tanaman Serempak· Pemantauan secara rutin, apabila populasi tinggi semprot dengan insektisisda 8. Ulat Helicoverpa ( Heliothis )BioekologiTelur diletakkan secara terpencar satu per satu pada daun pucuk atau bunga pada malam hari. Telur biasanya diletakkan pada tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. Telur bewarna kuning muda. Setelah 2 – 5 hari, telur menetas menjadi ulat yang baru keluar kemudian memakan kulit telur. Ulat muda makan jaringan daun, sedangkan ulat instar yang lebih tua sering dijumpai makan bunga, polong, muda dan biji. Warna ulat tua bervariasi, hijau kekuningan, hijau, coklat atau agak hitam kecoklatan. Tubuh ulat sedikit berbulu. Panjnag tubuh ulat pada pertumbuhan penuh sekitar 30 mm dengan lebar kepala 3mm. Kepompong Helicoverpa armigera terbentuk di dalam tanah. Setelah 12 hari, menetas dan ngengat akan keluar. Waerna tubuh ngengat kuning kecoklatan.Pengendalian· Tanam Serempak· Tanam tanaman perangkap ( jagung ) di pematang· Semprot HanPV· Semprot insektisida bila mencapai ambang kendali 9. Kepik Polong ( Riptortus linearis )BioekologiKepik polong dewasa mirip dengan walang sangit, bewarna kuning coklat dengan garis putih kekuningan di sepanjang sisi badannya. Panjang tunbuh kepik betina 13 – 14 mm dan yang jantan 11 – 13 mm. Telur diletakkan berkelompok pada permukaan atas atau bawah daun serta pada polong, berderet 3 – 5 butir. Telur berbentuk bulat dengan bagian tengah agak cekung, berdiameter 1,2 mm. Telur bewarna biru keabu – abuan kemudian berubah menjadi coklat suram. Setelah 6 – 7 hari, telur menetas dan keluar kepik muda ( nimfa ). Dalam perkembangannya, kepik muda mengalami 5 kali pergantian kulit. Tiap pergantian kulit terdapat perbedaan bentuk, warna dan ukuran.Gejala SeranganCara menyerang kepik ini dengan menusukkan stilet pada kulit polong dan terus ke biji kemudian mengisap cairan biji. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering dan polong gugur.Pengendalian· Tanam Serempak· Tanam tanaman perangkap sebania rostrata· Semprot insektisida bila mencapai ambang kendali 10. Kepik PiezodorusBioekologiKepik dewasa ini mirip dengan nezara yaitu bewarna hijau, mempunyai garis melintang pada lehernya. Panjang badannya sekitar 8,8 – 12,0 mm. Kepik jantan mempunyai garis warna merah muda, sedang kepik betina garisnya bewarna putih. Telur diletakkan berkelompok padapermukaan daun bagian atas, pada polong, batang atau di rumput. Tiap kelompok terdiri dari 2 baris, berjumlah 9 – 42 butir. Telur berbentuk silinder, bewarna abu – abu kehitaman dengan strip putih di btengahnya setelah 4 hari, telur menetas dan keluar kepik muda ( nimfa ). Selama perkembangannya menjadi dewasa, kepik muda berganti kulit 5 kali. Kepik muda yang baru keluar dari telur ini tidak makan dan berkelompok pada permukaan kulit telur. Gejala SeranganKepik muda dan dewasa menyerang dengan cara menusuk polong dan biji serta mengisap cairan biji pada semua stadia pertumbuhan polong dan biji. Kerusakan yang diakibatkan oleh penghisap ini menyebabkan penurunan hasil dan kualiatas biji. Pengendalian· *Tanam Serempak· *Pergiliran tanaman· *Tanam tanaman perangkap sesbanis rostrata· *Semprot insektisida