Loading...

Hama Wereng Dan Pengendaliannya

Hama Wereng Dan Pengendaliannya
Padi merupakan komoditi utama pertanian karena padi merupakan sumber bahan makanan pokok sebagaian besar masyarakat Indonesia yaitu beras. Tanaman padi sendiri lebih mudah dibudidayakan dengan biaya yang relatif terjangkau. Selain perawatannya yang mudah, tanaman padi ini juga cocok untuk ditanam sepanjang tahun baik dimusim kemarau maupun musim penghujan. Meski terbilang perawatannya cukup mudah, tanaman yang masih tergolong keluarga rumput-rumputan ini ternyata memiliki hama pengganggu yang bisa merugikan para petani. Ada banyak sekali hama tanaman padi dan salah satunya adalah hama wereng. Kali ini kami akan membahas mengenai cara mengatasi hama wereng pada tanaman padi. Selain sebagai pemakan tanaman padi secara langsung, wereng juga menjadi vektor bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan penting, khususnya dari kelompok virus. Jenis wereng Hama wereng ada beberapa macam diantaranya yaitu wereng coklat, wereng hijau dan wereng loreng. Wereng coklat dalam bahasa latin disebut nilaparvata lugens. Sedangkan wereng hijau dalam bahasa latin di sebut Nephotettix virescens (Distant). wereng loreng dalam bahasa latin di sebut Recilia dorsalis Wereng Batang Coklat Ekobiologi Menyukai tanaman yg dipupuk N dosis tinggi Jarak tanam rapat. Siklus hidup 21-33 hari. Stadia rentan adalah sejak pembibitan hingga fase masak susu Hama menghisap cairan tanaman pada sistem Vaskuler (pembuluh) Gejala Serangan : Tanaman terserang menguning dan mengering dengan cepat. Umumnya gejala terlihat mengumpul pada satu lokasi dan melingkar (hopperburn) Wereng Hijau dan Loreng Ekobiologi Umumnya di temukan pada padi sawah irigasi dan tadah hujan, tidak pada padi gogo. Jarang menimbulkankerusakan Merupakan faktor virus tungro. Populasi hanya meningkat pada saat tanam d pembentukan malai,tertinggi 1ekor /rumpun Siklus hidup 23-33 Hari. Gejala Serangan: Wereng lebih menyukai cairan tanaman pada daun bagian pinggir. Wereng menyukai tanaman yang di pupuk dengan Nitrogen dosis tinggi. Tanaman kerdil, anakan berkurang daun berubah warna menjadi kuning hingga kuning orange. Langkah Pencegahan Untuk mencegah serangan hama wereng perlu dilakukan beberapa tindakan. Diantaranya: Bersihkan gulma,singgang dari sawah dan areal sekitarnya. Hindari penggunaan pestisida secara tidak tepat yang dapat menyebabkan terbunuhnya musuh alami. Gunakan varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis. Gunakan varietas tahan tungro seperti IR-50, IR-64, Citanduy, Dodokan, IR –66, IR-70, Barumun, kelara, memberamo, IR-36, IR-42, Semeru, Ciliwung , Kr. Aceh, Sadang, Cisokan, Bengawan , Citarum dan terakhir adalah serayu. Jumlah kritis: pada kepadatan 1 wereng coklat/batang atau kurang, masih ada peluang menekan populasi. Amati wereng di persemaian setiap hari, atau setiap minggu setelah tanam pindah pada batang dan permukaan air. Periksa kedua sisi persemaian. Pada tanaman yang lebih tua, pegang tanaman dan rebahkan sedikit dan tepuk dengan pelan dekat bagian basal untuk melihat kalau ada wereng yang jatuh ke permukaan air. Gunakan perangkap cahaya waktu malam ketika terlihat ada gejala serangan wereng. Jangan tempatkan cahaya dekat persemaian atau sawah. Bila perangkap cahaya diserbu oleh berates wereng, berarti persemaian dan sawah perlu segera diperiksa; lalu amati setiap hari dalam beberapa minggu berikutnya. Pupuk lengkap (NPK), dosis 250 kg urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upayaSP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upaya pencegahan Langkah Pengendalian Langkah pengendalian ini dilakukan setelah jumlah wereng per rumpun sudah melebihi ambang ekonomi. Untuk hama wereng ambang ekonominya yaitu 2-5 ekor per rumpun (tergantung masing-masing daerah, bila endemik bisa lebih rendah lagi). Apabila sudah melebihi ambang ekonomi tersebut, maka harus dilakukan penyemprotan yang bertujuan untuk menekan populasi hama wereng tersebut. Jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan hama wereng ini adalah insektisida yang berbahan aktif:Amitraz.Buprofezin,Beauveria bassiana, BPMC,Fipronil,Imidakloprid,Karbofuran,Karbosulfan,Metolkarb,MIPC,Propoksur,tiametoksam Ketika melakukan penyemprotan sebaiknya dimulai dengan membuka (“membiak”) antara barisan tanaman, kemudian menyemprot tanaman dengan mengarahkan semprotan ke bagian batang bawah. Hal ini dilakukan karena biasanya wereng berada di bagian batang bawah. Oleh : Puji Astuti, Spt. Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bandung Sumber : https://ilmubudidaya.com/cara-mengatasi-hama-wereng-pada-tanaman-padi https://centongkaleng.wordpress.com/2011/08/05/hama-padi-wereng/ https://petaniindo.com/hama-wereng-gejala-dan-cara-pengendaliannya/.Juniawan Widyaiswara Madya Perlindungan Tanaman BBPP Ketindan https://petaniindo.com/hama-wereng-gejala-dan-cara-pengendaliannya/