Loading...

HARI TEMU LAPANG TANI ( FARMER FIELD DAY) DI KELOMPOK TANI RIDHO ILLAHI BPK AMUNTAI UTARA

HARI TEMU LAPANG TANI  ( FARMER FIELD DAY) DI KELOMPOK TANI RIDHO ILLAHI  BPK AMUNTAI UTARA
Kamis, 17 September 2015 bertempat di kelompok tani Ridho Illahi Desa Kuangan Kec. Amuntai Utara Kab. Hulu Sungai Utara diadakan kegiatan Hari Temu Lapang Tani Program Balai Penyuluhan Kecamatan Difasilitasi Tahun 2015. Peserta dalam kegiatan ini adalah anggota kelompok tani yaitu sebanyak 20 orang dan dihadiri oleh Bapak Ilhamsyah Noor selaku KJF BP4KKP HSU yang mana beliau juga merupakan ketua Perhiptani HSU. Selain itu hadir juga dalam kegiatan ini Bapak Hairul Bahri, S.PKP selaku KJF, Bapak Riyadi Selaku Kepala BPK Amuntai Utara, Bapak Sunardi selaku Ka. UPT Dinas Pertanian TPH Kec. Amuntai Utara, Petugas Statistik dalam hal ini diwakili oleh Bapak M. Yusuf, Plt. Danramil Kec. Amuntai Utara dan Seluruh Penyuluh Pertanian se BPK Amuntai Utara juga hadir dalam kegiatan ini. Pada kesempatan kali ini Ketua Kelompok Tani dalam hal ini adalah Bapak Hasbullah memaparkan hasil Demonstrasi Plot yang sudah beliau laksanakan. Dalam pemaparannya beliu mengatakan Benih yang ditanam tanam adalah Varietas Unggul Baru (VUB) yaitu Inpari 30. Dari luas sawah 1 Hektar digunakan benih kurang lebih 28 kilogram. Sebelum disemai benih direndam selama 2 x 24 jam, lalu ditiriskan, kemudian diperam selama 2 x 24 jam atau sampai berkecambah. Saat dipersemaian berikan pupuk urea 4 kg. Sebelum tanam lahan dibersihkan dengan menggunakan parang , yaitu dengan menebas rumput atau gulma kemudian digulung, setelah gulma atau rumput tersebut membusuk lalu tebarkan ke sawah dengan tujuan agar rumput yang membusuk tersebut menjadi pupuk untuk tanaman padi yang di tanam nanti. Sistem tanam yang digunakan adalah Jajar Legowo 2 : 1 , dengan jumlah bibit 2 – 3 batang per lubang. Pupuk yang digunakan adalah NPK, dan Promis / perangsang tumbuh Pemupukan dilakukan kira – kira 1 bulan setelah tanam, hal ini desebabkan karena keadaan air yang masih tinggi. Hama dan penyakit tidak ada, dan dalam pemeliharaan untuk membersihkan rumput atau gulma yang tumbuh dibersihkan dengan menggunakan parang. Setelah padi kelihatan menguning 95 % dilakukan panen, panen dilakukan dengan menggunakan arit bergerigi, dan dirontok dengan mesin perontok (Power Thresher). Hasil ubinan yang diperoleh di 2 tempat di lokasi yang sama, dengan luas 2,5 X 2,5 M² adalah : A. Tanam dengan sistem jajar legowo 2 : 1 1. 6,1 Kg 2. 5, 9 Kg Jumlah 12 kg dibagi 2 = 6,0 Kg (rata – ratanya) = 9,6 ton/hektar = 25 blek / borong B. Tanam biasa atau tanpa jajar legowo 1. 3, 7 kg 2. 3, 8 kg Jumlah 7,5 kg dibagi 2 = 3,75 kg (rata – ratanya) = 5,92 ton/hektar = 15 blek/borong Hasil sebelumnya dengan menggunakan varietas ciherang biasanya hanya mencapai 8 sampai 10 blek per borong. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan varietas Inpari 30 ini hasil yang diperoleh menunjukan peningkatan produksi. Sedangkan Bapak Ilhamsyah Noor pada kesempatan ini banyak memberikan arahan dan motivasi kepada kelompok tani. Beliau mengatakan bahwa Semua aset yang dimiliki kelompok tani harus dimanfaatkan agar tidak mubazir, tabungan kelompok harus dijalankan agar kelompok tani mempunyai modal dalam kelompok sehingga petani tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Dalam Temu Lapang ini Bapak Plt. Danramil Kec. Amuntai Utara juga mengatakan Fungsi Babinsa adalah untuk mendukung, mengawasi semua kegiatan yang ada di desa, juga memberikan solusi kepada masyarakat untuk kelancaran pembangunan pertanian di desa. Pupuk, benih, harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Untuk mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di desa harus ada dukungan penuh dari semua masyarakat, dan apabila ada permasalahan yang timbul harus diselesaikan dengan cara musyawarah. Pemanfaatan sumber air harus merata sehingga semua petani dapat menikmatinya.