Loading...

Hasil Panen Petani di Konawe Capai 9,6 Ton Per Hektar

Hasil Panen Petani di Konawe Capai 9,6 Ton Per Hektar
UNAAHA - Untuk pertama kalinya petani sawah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil memperoleh hasil panen yang cukup besar yakni 9,6 ton per hektarnya. Sebelumnya, petani di Kelurahan Unaaha, Kecamatan Unaaha ini hanya mampu mengumpulkan gabah kering sekitar 6,1 ton per hektarnya. Kepala Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Pangan kabupaten (BP4K) Kabupaten Konawe Muhammad Akbar menjelaskan, jenis padi yang dipanen dengan hasil tersebut yakni variatas Mekongga yang merupakan padi unggulan yang mulai menarik minat petani untuk menananmya. "Secara keseluruhan jumlah luasan lahan khususnya di Kelurahan Unaaha ini sekitar 240 hektar lahan produksi pertanian dan dalam per satu hektarnya hasil panen petani mencapai angka 9,6 ton," kata Akbar usai kegiatan panen perdana, Senin (14/12/2015). Untuk lebih meningkatkan produktifitas petani sambung Akbar, di daerah yang menjadi bimbingan instansi yang dipimpinnya itu, pemerintah berencana untuk membuka lahan baru yang jumlahnya sekitar 100 hektar. Di tempat yang sama, Bupati Konawe Kery Syaiful Konggoasa berjanji, akan mengalokasikan sebahagian program percetakan sawah baru untuk di wilayah itu. Ia juga meminta kepada kepala dinas pertanian, untuk memperhatikan setiap wilayah yang dinilai berhasil. "Jalannya akan kita perbaiki, saya juga akan berkoordinasi dengan DPRD untuk memplotingkan anggaran untuk meningkatkan produktifitas petani kita, agar hasil panen petani bisa lebih besar lagi," ucap Kery. Lebih jauh Kery meminta kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis DInas (KUPTD) untuk mendata dengan akurat potensi-potensi di wilayahnya masing-masing. Ini penting agar dalam penyaluran bantuan bisa sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah itu. Kata dia, meski Dana Alokasi Umum (DAU) dua instansi yang membawahi pertanian terbilang minim, pihaknya akan tetap memprioritaskan perluasan lahan, serta pengadaan alat-alat pertanian yang paling dibutuhkan petani. "Saya akan rapatkan dengan dinas terkait untuk membahas ini, yang jelasnya kita akan usahan jalannya diperbaiki dulu. Kita juga akan melihat apa yang paling urgensial untuk kita adakan, mengingat DAU kita yang ada sedikit," pungkas Kery.