Loading...

Hidroponik

Hidroponik
1. Apa Itu Hidroponik ? Hidroponik berasal dari bahasa latin: yaitu hydro dan phonos Hydro berarti (air) sedangkan phonos berarti (berkerja). Mulai dikenalkan di Indonesia sejak th 1980. Hidroponik adalah salah satu cara melakukan kegiatan pertanian yang menggunakan air sebagai media tanam dengan memenuhi kebutuhan unsur-unsur hara tanaman menggunakan nutrisi.Apa Itu Nutrisi ?Nutrisi hidroponik adalah sebuah pupuk hidroponik yang memiliki kandungan yang sangat lengkap untuk memenuhi kebutuhan tanaman yakni seperti unsur hara baik makro serta mikro, kandungan tersebut merupakan kandungan yang diperlukan oleh tanaman. Sebagai share saja, ada 2 jenis pupuk yang pernah saya gunakan dalam berhidroponik, yaitu:1. Pupuk Ab mix2. Pupuk NPK + Gandasil Pupuk Ab -Mix Jenis pupuk yang saat ini banyak dikenal dan dipakai dalam berhidroponik di Indonesia. Hasilnya sangat baik, karena memang diramu khusus untuk kebutuhan hidroponik. Adalah benar ini berbentuk kimia, tapi tidak akan mencemari lingkungan karena bahan-bahan nya diramu “pas” sesuai kebutuhan tanaman, hingga tidak akan meninggalkan residu. Selain itu, unsur-unsur yang diserap tanaman juga berbentuk ion-ion yang sama bentuknya seperti yang diserap tumbuhan dari tanah.Pupuk NPK + Gandasil NPK untuk memenuhi unsur makro, dan gandasil unsur mikronya. Ini saya gunakan diwaktu belajar behidroponik dulu, dimana pupuk khusus hidroponik masih sulit didapat. Tapi tidak direkomendasikan, sifatnya yang sulit diserap tanaman dan tidak semua unsur dapat terpenuhi menjadikan hasil panen kurang bagu. 2. Kelebihan Hidroponik • Tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas • Akar tanaman dapat dipantau perkembangannya dan bersih • Penghematan dalam penggunaan pupuk • Tidak memerlukan penyiraman • Memperkecil resiko serangan hama dan penyakit tanaman • Harga jual hasil pertanian lebih tinggi 3. Kekurangan Hidroponik • Tanaman dapat gagal tumbuh jika sistem mengalami kegagalan • Biaya awal pembuatan sistem lumayan besar 4. Media tanam Rockwoll terbentuk dari batuan basalt dengan suhu yang sangat tinggi sehingga batu tersebut meleleh. Ketika batu mencair, maka serat-serat halus akan terbentuk. • Sekam bakar : Berbahan limbah penggilingan padi yang dibakar • Cocopeat (Serabut Kelapa) 5.Teknik Hidroponik Popular• WICK • NFT • DFT WICK SYSTEM /SISTEM SUMBU• Prinsip sistem sumbu adalah tanaman tumbuh dengan menggunakan sumbu (kain flanel) untuk membantu tanaman menjangkau air nutrisi. • Sumbu yang mempunyai daya kapiler, akan mengangkat air nutrisi menuju akar tanaman. WICK SYSTEM (SISTEM SUMBU) SEDERHANA• Memanfaatkan botol bekas yang dipotong bagian tengah • Kemudian bagian atas dibalik dan diisi media tanam (tambahkan sumbu) • Bagian bawah menjadi tempat penampungan air nutrisi Nutrient Film Technique (NFT)Teknik bertanam hidroponik dengan membagikan nutrisi pada tanaman melalui aliran air yang tipis. Deep Flow Technique (DFT) DFT adalah Teknik bertanam hiroponik dengan cara membagikan nutrisi pada tanaman melalui air yang digenangkan dan mengalir sekitar 2-5cm.Bahan yang digunakan biasanya pipa PVC dari ukuran 2.5-4 inci. Tahapan Menanam :• Semai • Penanaman • Pembuatan biang nutrisi • Pemberian nutrisi Semai :• Potong Rockwool seperti dadu -+ ( P=3.5cm L=2cm T =1.5cm)• Basahi media tanam dengan air biasa (pastikan tidak menggenang) • Letakkan benih pada media tanam dengan tusuk gigi • Diamkan benih di tempat yang gelap selama 1 – 2 x 24 jam bergantung jenis benih (tutup dengan penutup supaya benar- benar gelap) • Jaga kelembaban benih (jika media tanam kering, basahi dengan air bersih • Bila benih sudah sprout (pecah) kenalkan pada cahaya matahari pagi (max 3 jam/hari) • Siram secara berkala (pagi dan sore) • Lakukan terus sampai tumbuh daun ‘sejati’ (4 daun) sekitar 7 - 9 hari semai Penanaman :• Pastikan tanaman sudah mempunyai daun sejati (4 daun)• Pindahkan tanaman ke dalam sistem • Pastikan rockwool menyentuh air jika tidak beri sumbu ( kain flanel) Pemeliharaan :1. Cek Kondisi Air dan Bak Penampungan2. Cek Selalu Kondisi Larutan Nutrisi3. Bersihkan Wadah Media Tanam dan Larutan Nutrisi4. Cek Kondisi Media Tanam5. Buang dan Jauhkan Tanaman yang Sakit dari Tanaman yang Sehat Panen dan Pasca Panen :1) SortasiSortasi adalah penilaian hasil panen sesuai dengan kelasnya. Sortasi dilakukan berdasarkan keseragaman ukuran dan kualitasnya. Sortasi pada tanaman selada keriting dilakukan pada daun yang mengalami kerusakan karena patah pada saat proses pemanenan atau daun selada yang terserang oleh hama dan penyakit. 2) Perompesan (Trimming)Perompesan adalah proses perapihan atau penataan daun selada yang tua, rusak, busuk atau terserang organisme pengganggu tanaman. Daun yang dirompes dibuang karena bisa menurunkan kualitas produk dan harga jual. Sedangkan akarnya tidak dibuang, tetapi digulung dengan rapi untuk menjada kesegaran sayuran. 3) PenimbanganHasil panen selada keriting yang telah disortasi dan dirompes kemudian ditimbang beserta akar dan rock wool. Sebaiknya berat ditambahkan untuk mencegah penyusutan karena penguapan. Pada saat penimbangan, juga dilakukan pemilihan tinggi tanaman yang seragam untuk memudahkan proses pengemasan. 4) Pengemasan (Packing)Pengemasan bertujuan untuk melindungi sayuran dari pengaruh lingkungan seperti sinar matahari dan kelembaban, serta kerusakan fisik. 6) Destroy (Penghancuran)Hasil panen tanaman berlebihan secara kuantitas akan dihancurkan. Hal tersebut bertujuan untuk memutus siklus domino atau permainan kecurangan. Perlakuan ini tidak akan mengakibatkan pelaku rugi. Adapun perlakuan lain yaitu dimanfaatkan untuk pupuk bokasi. By. Sriheri Adyono.TY.,SPPenyuluh Pertanian Pertama Kabupaten Indragiri Hulu