Hidroponik Sebagai Alternatif Pemanfaatan Pekarangan Sempit di Desa Rancasari
Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan Merupakan Desa Yang perekonomiannya sudah mulai melaju menuju ke Perkotaan dimana sudah ditandai dengan Berdirinya Berbagai Pusat Perbelanjaan Modern, semakin banyaknya Bank-bank Pemerintah, Maupun Bank Swasta, Berdirinya Berbagai Sarana-sarana Kesehatan Modern. Namun karena Masih Banyak masyarakat Desa Rancasari yang menggantungkan kehidupannya dari Pertanian. Perkembangan teknologi dalam bidang pertanian semakin tahun semakin pesat, sehingga masyarakat khususnya petani tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Salah satu teknologi yang layak disebarluaskan adalah teknologi hidroponik, hal ini dikarenakan semakin langkanya lahan pertanian akibat dari banyaknya sektor industri dan jasa, sehingga kegiatan usaha pertanian konvensial semakin tidak kompetitif karena tingginya harga lahan. Teknologi budidaya pertanian dengan sistem hidroponik diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang mempunyai lahan terbatas atau pekarangan, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang memadai Hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah. Bukan hanya dengan air sebagai media pertumbuhannya, tapi juga menggunakan media-media tanam selain tanah seperti kerikil, pasir, cocopeat, hidrogel, hidroton, pecahan batu karang atau batu bata dan rockwool. Fokus dari menanam secara hidroponik adalah untuk menyediakan nutrisi tanaman melalui cairan nutrisi, bukan dari zat hara yang ada di dalam tanah Ada beberapa keuntungan yang didapat dari bertanam secara hidroponik dibandingkan dengan bertanam secara konvensional (bertanam langsung di tanah) Penggunaan lahan lebih efisien 1. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah 2. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih 3. Penggunaan pupuk dan air lebih efisien 4. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah Perbedaan Paling menonjol antara hidroponik dan budidaya konvensional adalah penyediaan nutrisi tanaman. Pada budidaya konvensional, ketersediaan nutrisi untuk tanaman sangat bergantung pada kemampuan tanah menydiakan unsur-unsur hara dalam jumlah cukup dan lengkap. Unsur-unsur hara itu biasanya berasal dari dekomposisi bahan organic dalam tanah yang dilarutkan oleh air, sedangkan dalam budidaya hidroponik semua kebutuhan nutrisi diupayakan tersedia dalam jumlah yang tepat dan mudah diserap oleh tanaman. Nurisi itu diberikan dalam bentuk larutan yang bahannya dapat berasal dari bahan organik maupun anorganik Dengan memperhatikan kemajuan Desa dan Kemajuan Teknologi ini maka Kami dari Tim BPP Pamanukan mulai mengembangkan Kegiatan Urban Farming Khususnya Hidroponik di Wilayah Desa Rancasari