Loading...

Ibarat Gula Dan Kopi, Penyuluh Adalah Sahabat Petani

Ibarat Gula Dan Kopi, Penyuluh Adalah Sahabat Petani
Saat seorang penyuluh pertanian atau PPL berada ditengah-tengah petani, seringkali muncul permintaan agar penyuluh mendatangkan bantuan sarana dan prasarana usaha tani, seolah-olah penyuluh adalah petugas yang menangani bantuan-bantuan fisik. Hal tersebut tidak berarti keliru, namun pertanyaan semacam itu merupakan indikator bahwa petani belum memahami dengan benar tugas pokok dan fungsi seorang penyuluh di desa. Penyuluh pertanian merupakan aparat yang ditugaskan untuk membantu para petani meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam memajukan usaha taninya. Ruang lingkup tugas penyuluh dititik beratkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha tani, sehingga para petani diharapkan mau dan mampu mengorganisir diri mereka dalam wadah kelompok guna memperoleh akses informasi, teknologi, permodalan, pasar dan lain-lain. Penafsiran yang sering keliru terhadap fungsi penyuluh oleh para petani dapat menjadi hambatan sampainya pesan penyuluhan kepada sasaran binaan. Sebab sosok penyuluh sering menjadi lemah posisinya karena dipandang tidak memberikan kontribusi fisik yang nyata ditengah-tengah petani. Sebagi agen penggerak perubahan dilingkungan petani, penyuluh pertanian akan melakukan pendekatan sosial kultural kepada petani di wilayah binaan, sehingga dukungan penerimaan dari para petani akan menjadi dorongan tersendiri bagi para penyuluh untuk meningkatkan kinerjanya. Pendekatan emosional yang kuat dan intim merupakan faktor penting penunjang keberhasilan penyuluhan. Melalui hubungan yang baik dan intensif penyuluh dapat dengan mudah memposisikan diri sebagai kawan sejajar dengan petani dalam melakukan perubahan-perubahan. Diskusi menyamakan pandangan merupakan kenikmatan dalam menjalin persahabatan, oleh karenanya tulisan ini tidak bermaksud menggurui pembaca tetapi semata-mata untuk mengokohkan hubungan kebersamaan kita semua. Sukses untuk penyuluh dan petani Indonesia. Oleh: Duwi Atmanto, SP (Penyuluh Pertanian Kec. Poeang Utara)