IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN PADI Pembangunan pertanian memberikan peranan penting terhadap peningkatan pendapatanpetani dan pemerataan kesempatan kerja serta pelestarian sumber daya alam. Dalam mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN),pelaku utama pembangunan pertanian yaitu para petani dan keluarganya dituntut untuk mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk itu perlu terus dilkakukan upaya pengembangan pengetahuan,keterampilan serta sikap para petani dalam penguasaan inovasi dibidang tekhnologi dan manajemen bisnis. Dengan demikian diharapkan lebih mampu mengembangkan dan meningkatkan usaha tani yang lebih baik,efisien,berorientasi pasar dan menguntungkan.Untuk mewujudkan hal tersebut,dalam peningkatan produksi dan mutu hasil yang optimal masih dihadapkan pada berbagai permasalahan di lapangan. Utamanya masalah yang menyebabkan adanya gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),yang mana gangguan tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar.• Pengertian Hama adalah OPT yang dapat dilihat dengan kasat mata seperti : serangga, tikus, keong dll• Pengendalian : Secara fisik , Secara biolologis, Secara teknis dan Secara kimiawi • Langkah-langkah Pengendalian : Lakukan pengamatan, Identifikasi jenis-jenis OPT, Tentukan ambang batas pengendalian dan Penggunaan pestisida 1. PENGEREK BATANG • Merupakan hama penting karena tingkat kerusakan dan menurunkan hasil. • Keberadaan hama dpt dilihat dr adanya ngengat di pertanaman dan larva di dalam batang.• Kerusakan terjadi akibat larva merusak sistem pembuluh tanaman di dalam batang. • Menyerang tanaman sejak di pembibitan hingga pembentukan malai. PENGENDALIAN : Pengendalian efektif dilakukan sblm fase generative, Dianjurkan menggunakan insektisida berbahan aktif : Carbofurant (Furadan), Carbosulfan (Marshal), Dimehipo (Dipho), Bisultap (Spontan), Amitraz (Mitac), Fipronil (Regent).2. Wereng Coklat EKOBIOLOGI: Menyukai tanaman yg dipupuk N dosis tinggi dengan jarak tanam rapat, Siklus hidup 21-33 hari, Stadia rentan adalah sejak pembibitan hingga fase masak susu, dan Hama menghisap cairan tanaman pada sistem vaskuler (pembuluh). GEJALA SERANGAN WERENG COKLAT : Tanaman terserang menguning dan mengering dengan cepat. Umumnya gejala terlihat mengumpul pada satu lokasi dan melingkar (hopperburn).3. Wereng Hijau GEJALA SERANGAN : Wereng lebih menyukai menghisap cairan tanaman pada daun bagian pinggir, Sangat menyukai tanaman yg dipupuk dgn Nitrogen dosis tinggi, dan Tanaman kerdil, anakan berkurang, daun berubah warna menjadi kuning hingga kuning oranye.PENGENDALIANNYA : Tindakan pengendalian dilakukan jika sudah terlihat gejala tungro, dan Insektisida yg dianjurkan berbahan aktif : BPMC (Bassa, Kiltop), Budprofezin (Applaud), Imidaklroprid Confidor), Carbofurant, MIPC (Mipcin, Dharmacin), tiametoksam(Actara).4. Kepindang TanahPENGENDALIANNYA : Ditangkap dengan lampu perangkap lalu dibakar.GEJALA SERANGAN : Hama merusak tanaman dengan menghisap cairan tanaman, Di sekitar lubang bekas hisapan berubah warna menjadi coklat menyerupai penyakit blas, Daun menjadi kering dan menggulung membujur dan Gabah yg terbentuk umumnya berisi separo/hampa.5. Walang SangitEKOBIOLOGI: Walang sangit adalah hama yg merusak bupadi pada fase pemasakan, Apabila ada gangguan akan mengeluarkan bau utk mempertahankan diri , Fase padi yg rentan adalah mulai keluarnya malai hingga masak susu, Hama menghisap butiran gabah yang sedang mengisi/ masak susu dan Kerusakan yg terjadi: gabah hampa, beras berubah warna dan mengapur. 6. Tikus SawahEKOBIOLOGI: Tikus adalah hama yang sangat merugikan pada banyak jenis tanaman pangan (polyfag) dan Sangat adaptif pada berbagai lingkungan.7. Hama Putih PalsuEKOBIOLOGI : Menjadi masalah bila kerusakan daun bendera mencapai > 50% pd fase anakan maksimum dan fase pematangan, Ngengat berwarna kuning coklat,pada sayap depan terdapat 3 pita hitam, Siklus hidup : 30 – 60 hari dan Bila dijumpai adanya ngengat maka ini pertanda akan adanya serangan….Waspada!GEJALA SERANGAN : Larva menggerek jaringan hijau daun (klorofil) dari dalam lipatan daun, Kerusakan yg terjadi berupa adanya warna putih pada daun di pertanaman.PENGENDALIAN : Bila menyerang padi dibawah umur 30 hari tdk perlu dilakukanpenyemprotan, cukup diberikan air dan pupuk yang dikelola dgn baik, Secara kimiawi gunakan insektisid karbofuran atau fipronil (sprti : Regent) 8. Ulat Grayak EKO-BIOLOGI ULAT GRAYAK : Menyerang tanaman pada malam hari secara tiba-tiba, Bersifat polypag, Menyerang pucuk dan daun tanaman, Pada serangan berat dapat menimbulkan fuso9. Hama Ganjur EKOBIOLOGI : Bukan hama utama padi, Serangganya kecil shg sebarannya local, Menyerang pd fase pembibitan hingga pembentukan malai dan Imago ganjur bersifat nocturnal (aktif malam hari) dan tertarik cahaya lampu. GEJALA SERANGAN : Daun padi menggulung seperti daun bawang, Ukuran daun kadang panjang atau pendek atau kecil, Larva menggerek titik tumbuh sehingga anakan terserangtidak menghasilkan malai, Saat tanaman mencapai fase pembentukan malai,larva tdk lagi merusak dan Siklus hidup : 28 – 32 hari. PENGENDALIAN : Kultur teknis : ratun/ tunggul dibajak dgn baik, atur waktu tanam, disesuaikan agar puncak curah hujan tidak bertepatan dgn fase vegetative, Sanitasi : tanaman inang spt padi liar (Oryza rufipogon) utk menekan infestasi hama, Trapping (perangkap lampu) dan Kimiawi : insektisida karbofuran (Furadan, Darmafur, Petrofur, Centa-fur, dll.) Ditulis oleh : Mujahidin,SP. THL-TBPP Kec. Sakra Barat Kab. Lombok Timur NTBSumber :