Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto membuka Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV Tahun 2018 yang dilaksanakan di Kampung Tanjung Anom Kecamatan Terusan Nunyai pada hari Kamis (30/8/18).“Dengan Semangat Kerja Bersama Kita Berdayakan Gotong Royong Demi Terwujudnya Masyarakat Maju, Mandiri dan Sejahtera di Kabupaten ini harus memberikan spirit dan dorongan positif untuk saling bersinergitas” ujar Wakil Bupati.Pada kegiatan tersebut, kelompok-kelompok tani dan kelompok wanita tani ikut serta memeriahkan acara. Berbagai komoditi hasil pertanian dan produk hasil olahan pertanian dipamerkan di stand-stand yang telah disediakan oleh panitia acara. Komoditi yang dipamerkan antara lain cabe dan tomat hasil panen Bapak Bahuri petani Kampung Gunung Batin Udik, jeruk Chokun/BW hasil panen Bapak Heru petani Kampung Tanjung Anom, tanaman paprika milik Bapak Mulyono petani Kampung Bandar Sakti, dan jamur tiram yang dipamerkan beserta baglog dan alat pencetak baglog milik Bapak Mahfudz Jailani petani Kampung Bandar Agung. Untuk produk yang dipamerkan oleh kelompok wanita tani sangat beragam mulai dari makanan (bakso lele, rengginang lele, keripik bayam, tiwul, keripik ubi ungu, dsb), minuman (cendol lele, thai tea, dawet ayu, dsb), dan kerajinan tangan (sepatu berbalut rajutan, tas manik-manik, topi dari plastik bekas, dsb).Pada acara tersebut, Loekman Djoyosoemarto memberikan bantuan kepada petani yang diberikan secara simbolis kepada pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Anom Jaya Kampung Tanjung Anom berupa bibit tanaman kelapa, bibit alpokat, bibit jambu Jamaica, dan bibit lada. Para petani sangat antusias untuk dapat menanam bibit-bibit tersebut di lahan pekarangannya. Kelembagaan pertanian merupakan salah satu bentuk budaya gotong-royong karena kelompok tani terbentuk berdasarkan kesamaan kepentingan, kondisi, dan kesamaan tujuan dalam suatu lingkungan. Dengan bergabung dalam kelompok tani maka terjalin kerjasama gotong-royong sesama anggota kelompok dalam mencapai tujuan bersama.Selanjutnya Loekman berkata “Melalui budaya gotong royong ini, besar harapan saya mampu mewujudkan program-program pembangunan di Kabupaten Lamteng. Sangat penting memaknai filosofi gotong royong, karena jangan sampai hanya dengan tema yang sudah diberikan tidak meresapi makna sesungguhya. Dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial, bermasyarakat. Termasuk sinergitas antara seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat dan sejumlah unsur pendukung lainnya.” (red. Renny Kusumah Dewi)