Loading...

Infiltrasi Program Penyuluhan Pertanian Melalui Sosialisasi dan Sinkronisasi

Infiltrasi Program Penyuluhan Pertanian Melalui Sosialisasi dan Sinkronisasi
Untuk menjaga program pemerintah terinfiltrasi sampai ke daerah, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian melakukan sinkronisasi dan sosialisasi kepada berbagai unsur di dinas lingkup pertanian. Kegiatan sinkronisasi dan sosialiasasi kebijakan penyuluhan pertanian tahun 2018 dan rencana tahun 2019 untuk wilayah Indonesia Tengah dilaksanakan pada 20-21 Mei 2018 di Hotel Quality Plaza Makasar.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr.Ir.Siti Munifah, MSi didampingi Kepala UPT Pelatihan SDM Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel Asninda, SP, MP. Dalam sambutannya Kapusluh menyampaikan bahwa Penyuluh pertanian harus terlibat secara penuh dalam mendukung program Kementerian Pertanian. Kesejahteraan petani dan swasembada pangan secara tidak langsung menjadi tanggung jawab penyuluh pertanian, oleh sebab itu penyuluh diharapkan menjadi contoh petani dalam menerapkan inovasi sehingga petani lebih percaya terhadap hal-hal baru yang disampaikan oleh penyuluh”.Hadir pada acara tersebut Kepala Bidang Penyelenggaraan, Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Kepala Bidang Ketenagaan dan Kelembagaan Pusat Penyuluhan Pertanian, Penyuluh dan koordinator penyuluh dari Distan Provinsi Sulsel, Kabupaten Gowa, Pangkep, Takalar, Enrekang, Pare2, Barru, Pinrang, Kota Makasar.Adanya perubahan kelembagaan penyuluhan sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006, hendaknya tidak menghambat kegiatan penyuluhan di daerah. Balai Penyuluhan Pertanian harus difungsikan secara optimal sebagai pusat kendali dan informasi kegiatan penyuluhan, sehingga penyuluh dan petani dapat bersinergi dan memahami arah kebijakan pemerintah. Penyuluhan harus dipikirkan secara serius oleh instansi daerah karena potensi sektor pertanian di Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, perlu penekanan lebih serius dan solusi agar semua unsur di daerah dapat memahami fungsi penyuluhan dan perlunya komitmen daerah terhadap penyelenggaraan penyuluhan”, tegas Kapusluh. Diakhir sambutannya, Kapusluh mengajak agar para penyuluh pertanian dapat melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk menggerakan siswanya mengenal lebih dekat terhadap dunia pertanian. Diharapkan dengan tergeraknya siswa sekolah tersebut dapat menjadi salah satu upaya tumbuhnya minat generasi muda terhadap pertanian sehingga regenerasi petani yang digalakkan oleh pemerintah dapat terwujud. (Nurlaily).