Loading...

INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI GOGO

INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI GOGO
Peningkatan jumlah penduduk telah mendorong meningkatnya permintaan pangan terutama beras. Upaya peningkatan produksi terus ditingkatkan walaupun masih terfokus pada lahan sawah. Upaya ini terhambat oleh berbagai masalah antara lain penyempitan lahan sawah khususnya di pulau Jawa akibat alih fungsi lahan. Potensi sumber daya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk ekstenfikasi padi adalah lahan kering. Indonesia memiliki lahan kering dengan luasan lebih dari 55,6 juta ha. Potensi lahan kering Indonesia yang luas ini belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan cenderung tidak mendapat perhatian serius. Upaya pemberdayaan lahan kering dapat melalui budidaya padi gogo. Akan tetapi, upaya ini menghadapi kendala antara lain: 1) produktivitas padi gogo yang masih rendah; 2) kesuburan tanah yang rendah; 3) ketersediaan air yang terbatas musim hujan;dan 4) kehadiran gulma.Produktivitas padi gogo di Kepulauan Bangka Belitung baru mencapai 1,9 t/ha, hasil ini tergolong rendah. Dalam rangka peningkatan produksi, maka penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan setempat menjadi sebuah keharusan. Dengan penggunaan varietas unggul diharapkan dapat meningkatkan produksi padi gogo, sehingga budidaya padi gogo dapat diminati oleh petani.