Loading...

Inseminasi Buatan (IB) Sapi untuk Percepat Populasi Ternak Sapi Kabupaten Sambas

Inseminasi Buatan (IB) Sapi untuk Percepat Populasi Ternak Sapi Kabupaten Sambas
Dengan berjalannya waktu, dari hari ke hari pertambahan dan peningkatan populasi penduduk juga semakin meningkat. Seiring peningkatan penduduk, tidak dapat dipungkiri juga bahwa kebutuhan akan konsumsi pangan juga meningkat, salah satu pangan yang dibutuhkan adalah sumber protein hewani. Selain telur dan daging ayam, sapi juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang digemari dan diminati oleh para konsumen. Apalagi sebagian besar penduduk Kabupaten Sambas menyuakai makanan berupa bakso yang bahan bakunya lebih identik dengan olahan daging sapi. Berdasarkan data bidang peternakan Kabupaten Sambas pada tahun 2017, populasi sapi di Kabupaten Sambas masih tergolong minim. Untuk memenuhi kekurangan tersebut masih didatangkan dari luar Kabupaten baik dari Kota Singkawang maupun Kabupaten Bengkayang. Apalagi dimusim hari raya qurban hampir mendekati 1000-an populasi ternak sapi untuk keperluan hari raya qurban tersebut.Peminat daging sapi di Kabupaten Sambas tergolong tinggi, ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pengusaha pengusaha yang membuka jajanan olahan sapi yaitu bakso. Belum lagi masyarakatnya yang terbiasa dengan acara hajatan yang tergolong sering mengkonsumsi daging. Untuk mengantisipasi kekurangan populasi ternak sapi, pemerintah berupaya dan membuat aturan agar ternak betina yang produktif dapat dipertahankan guna meningkatkan populasi ternak sapi di Kabupaten Sambas. Selain mempertahan indukan atau betina sapi produktif, pemerintah juga menggalakkan budidaya budidaya sapi secara gembala di lokasi lokasi potensi.Upaya efektif yang dilakukan untuk meningkatkan populasi ternak sapi tersebut adalah dengan Kawin secara Inseminasi Buatan pada ternak sapi betina yang produktif. Inseminasi Buatan Sapi adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan sperma atau semen yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak sapi jantan kedalam saluran reproduksi sapi betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun (ig).Tujuan inseminasi buatan pada ternak sapi adalah memperbaiki mutu genetik ternak, efesien biaya karena tidak harus repot repot mendatangkan sapi pejantan, mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur, serta mencegah penularan penyakit kelamin sapi.Keuntungan IB sapi adalah menghemat biaya pemeliharaan ternak sapi jantan, dapat mengatur jarak kelahiran ternak sapi dengan baik, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding), dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati, menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik sapi pejantan terlalu besar dan menghindari penyakit kelamin ternak.Mengingat kelebihan dari kawin IB sapi diatas, tidak menutup kemungkinan pasti ada kekurangan dari kegiatan kawin IB sapi. Tergantung manajemen dari berbagai pihak antara lain; peternak, petugas IB dan petugas yang menangi semen beku. Jika tiga pelaku ini dapat bekerja dengan baik dan tepat maka populasi ternak sapi di Kabupaten Sambas akan meningkat. Jaka Subhan, S.ST Admin BPP Galing