Loading...

INSEMINASI BUATAN PADA SAPI

INSEMINASI BUATAN PADA SAPI
Secara teknis, program Inseminasi Buatan (IB) dengan menggunakan pejantan unggul dapat meningkatkan kelahiran, bobot lahir, mutu genetik, dan produk; baik daging maupun susu. Tetapi rata-rata tingkat kelahiran sapi pada peternakan rakyat masih rendah yaitu 30-40% per tahun, diharapkan dengan IB tingkat kelahiran dapat ditingkatkan menjadi 60-70%. Aspek sumberdaya manusia yang menjadi salah satu penyebab dari melemahnya kegiatan IB dilapangan adalah lemahnya kemampuan petani baik itu menyangkut kemampuan mendeteksi birahi maupun dalam pelaporan. Disamping faktor sumber daya manusia faktor indukan sapi betina yang dipersiapkan harus memenuhi kriteria tertentu yang diharapkan nantinya akan memberikan keturunan yang memiliki produktivitas yang tinggi. Persyaratan tersebut dapat dilihat dari eksteriornya, silsilah dan anatomi alat reproduksi.Banyak betina sapi potong saat ini merupakan hasil persilangan dari induk lokal yang telah dikawinkan dengan pejantan ungggul. Betina tersebut tentunya sudah mengalir dari pejantan unggul 50%. Apabila dikawinkan lagi dengan pejantan unggul maka sifat keturunannya memiliki 75% dari pejantan unggul dan seterusnya apabila dikawinkan dengan pejantan unggul, maka pada keturunan ke empat F4 sebesar 93.75%. Perlu menjadi catatan, bahwa sapi unggul yang kebanyakaran dari daratan eropa memiliki kekurangan dalam penampakan tanda-tanda birahi atau sering disebus cilent heat. Bibit ternak betina akan memberikan andil pada keturunannya sebesar 50%. Oleh karena itu pemilihan betina yang benar akan menghasilkan keturunan yang eksterior yang besar dan memilki produktivitas yang baik pula seperti bobot lahir yang besar, pertambahan berat badan yang cepat dan sebagainya. Melihat banyaknya kasus dilapangan seperti kawin berulang, tidak pernah kelihatan tanda-tanda birahi, gangguan siklus birahi, maka faktor kesuburan reproduksi perlu dipertimbangkan. Pengamatan secara sederhana melalaui pemeriksaan anatomi untuk mengurangi resiko kegagalan kawin suntik adalah sebagai berikut : ? Amati bagian vulvanya sehat atau tidak, bentuknya harus simetris antara kiri dan kanan. ? Jika terdapat gumpalan rambut yang disebabkan oleh pengeringan lendir, maka artinya betina tersebut memiliki siklus birahi yang normal, tetpi jika rambur bersih, terurai rapi kemungkinan siklus birahinya tidak normal. ? Kemungkinan sapi tersebut sudah bunting sehingga tidak ada tanda-tanda birahi, untuk melakukan pengecekan dengan memencet puting susu, bila keluar cairan warna kuning dapat diduga bunting. Seorang peternak harus mampu mendetaksi tanda-tanda birahi ternaknya dan melaporkan dengan tepat dan akurat kepada petugas inseminator. Bagi peternak pengetahuan tanda-tanda birahi sangat penting karena akan menentukan keberhasilan inseminasi buatan. Birahi atau istilah ilmiahnya estrus dapat dikelanali dengan akronim ABCD. ? A = Abang, Abuh, Anget. Pada bagian vulva atau alat kelamin luar hewan betina terdapat tanda perubahan warna yang biasanya pucat menjadi berwarna kemerahan atau abang; Abuh karena terjadi konsentrasi yang tinggi peredaran darah yang tinggi sehingga bengkak dan bila dilakukan perabaan pada bagian vulva maka akan terdapat perbedaan temperatur dengan bagian lainnya yang lebih hangat. ? B = Bengak-bengok. Sapi suka berteriak-teriak. Sapi yang semula pendiam, pada saat birahi akan lebih lincah atau suka bergerak dan sering mengeluarkan suara lenguhan. Suara ini tentunya berbeda dengan suara sapi yang kelaparan atau kesakitan. ? C = Cingklak-cingkrik. artinya sapi tersebut suka menaiki sapi lainnya atau tempat yang lebih tinggi. Dalam kondisi yang lain perilaku ini jarang terjadi. ? D = dlewer. Biasanya keluar lender yang mengalir dari bagian vulva dari bagian alat kelamin. Munculnya tanda-tanda birahi sering terjadi pada pagi hari sebelum jam 7 pagi, oleh karena itu peternak setiap pagi harus mengontrol ternaknya apakah terlihat tanda-tanda birahi. Apabila dijumpai, peternak segera melapor ke petugas inseminator agar sore harinya dilakukan inseminasi buatan. Perkawinan pertama untuk setaiap bangsa sapi berbeda-beda demikian seperti sapi-sapi dari eropa umur birahinya antara umur 6 - 18 bulan seang sapi dari india 12 s.d 30 bulan. Sapi yang siap kawin harus sudah dewasa tubuh artnya perkembangan bagian-bagian tubuh telah sempurna.Umur yang dianjurkan untuk dikawinkan pertama antara 14 s.d 22 bulan atau telah memilki bobot tubuh antara 160 s.d 270 Kg atau sesuai dengan bangsa sapi dan jenis sapi. Siklus estrus pada bangsa sapi terjadi antara 18 s.d 24 hari dengan rata-rata 21 hari sekali dengan lama birahinya berlangsung antara 18 s.d 28 jam, rata-rata 18 jam. Waktu ovulasi yaitu keluarnya sel telur dari indung telur terjadi 10 - 15 jam sesudah masa estrus atau birahi. Waktu yang terbaik untuk dikawinkan atau IB ada pada pertengan estrus yaitu sekitar 12 jam dari awal tanda-tanda birahi. Waktu terbaik untuk dikawinkan kembali sesudah melahirkan antara 60 s.d 90 hari Penulis : Ir. Nurul Ashar (Penyuluh Pertanian Madya Dipertanhut Kab. Pemalang) DAFTAR PUSTAKA Anonimus, 2010. Budidaya Sapi Potong Yang Baik, Pusbangluhtan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kementan. Jakarta. Hatmono, H. drh. M.si; Mubardjo RS, H. 2010. Model Usaha Agribisnis Sapi Pedaging. PT. Duta Karya Swasta. Jakarta.