Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga kebutuhan pangan harus selalu tersedia. Kekurangan pangan dan gizi akan berdampak serius di masa depan. Sehingga untuk menanggulangi kekurangan gizi, perlu meningkatkan produksi pangan, khususnya produksi sayuran. Kebutuhan akan komoditas sayuran semakin bertambah sejalan dengan pertumbuhan penduduk, yang disertai dengan peningkatan daya beli dan kesadaran terhadap nilai gizi. Salah satu upaya meningkatkan produksi sayuran adalah dengan intensifikasi pekarangan. Intensifikasi pekarangan sebagai usaha mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan serta tenaga keluarga guna memenuhi pangan/sayuran dan gizi keluarga, mengingat selama ini pekarangan dan lahan di sekitar lainnya belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan justru diabaikan. Padahal lahan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan/sayuran, dalam memperbaiki gizi keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Sehingga pemerintah menganjurkan agar memanfaatkan setiap jengkal tanah termasuk lahan tidur, galengan, maupun tanah kosong yang tidak produktif.Pekarangan pada dasarnya adalah sebidang tanah atau lahan yang terletak atau berada di sekitar rumah/bangunan tempat tinggal dengan batas pemilikan yang jelas. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, misalnya sebagai warung hidup dan apotik hidup, menambah pendapatan keluarga, memberikan keindahan di lingkungan tempat tinggal. Pekarangan sangat potensial untuk dijadikan sebagai warung hidup, hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi berbagai masalah kekurangan gizi. Disebut sebagai warung hidup karena hasil budidaya sayuran dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari tanpa harus membeli di pasar.Warung hidup di pekarangan memiliki berbagai fungsi, antara lain :1. Sumber vitaminZat makanan yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan tubuh adalah vitamin, dimana kebutuhan vitamin tidak terlalu besar tetapi sangat penting artinya. Kekurangan vitamin dapat mnenyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Peranan vitamin dalam tubuh manusia antara lain sebagai berikut :- Vitamin A berperan dalam pertumbuhan fisik dan penglihatan- Vitamin B berperan dalam pertumbuhan fisik, menambah nafsu makan, menyempurnakan pencernaan, memelihara kesehatan jaringan tubuh, dan membantu proses pembentukan sel-sel darah merah- Vitamin C berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pembentukan sel-sel darah dan jaringan tubuh- Vitamin D berperan dalam pembentukan tulang dan gigi- Vitamin E berperan dalam hal kesanggupan untuk menghasilkan keturunan- Vitamin K berperan dalam proses pembentukan darah2. Sumber mineralMineral menempati Sekitar 4% dari total berat tubuh manusia. Berdasarkan macamnya mineral terdiri dari mineral makro dan mineral mikro. Zat besi (Fe) merupakan salah satu mineral mikro yang apabila kurang pada tubuh maka menimbulkan anemia gizi yang dapat menurunkan produktivitas dan daya konsentrasi berkurang. Jenis sayuran yang banyak mengandung zat besi seperti bayam.3. Sumber penganekaragaman/diversifikasi makananSayuran merupakan salah satu unsur yang penting dalam empat sehat lima sempurna. Penganekaragaman (diversifikasi) makanan pada dasarnya menekankan pada konsumsi makanan yang bervariasi. Oleh karena itu, penanaman pekarangan dengan aneka jenis sayuran sangat penting dilakukan sebagai sumber penganekaragaman makanan. 4. Sarana kesehatanProduk sayuran kaya akan zat gizi yang dibutuhkan untuk perbaikan gizi keluarga dan sarana kesehatan masyarakat. Kampanye dengan motto “kembali ke alam” mengisyaratkan pentingnya menggunakan makanan alami, termasuk sayuran.Usaha intensifikasi pekarangan secara kontinu dengan budidaya sayuran merupakan penunjang utama tingkat konsumsi sayuran, peningkatan kualitas hidup, dan peningkatan pendapatan. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran dan buah sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 400 gram/kapita/hari. Penulis : RIYANTI DWI KARTIKA, SP (Penyuluh Kota Jayapura)