INTENSIFIKASI PERTANIAN DENGAN BUDIDAYA KEDELAI LOKAL DI PEMATANG SAWAHOLEH : F.HERDITHA SEPTININGRUM Berdasarkan data pusat statisik (BPS) dari total 26,14 juta rumah tangga petani, sebanyak 56,12 persennya adalah petani kecil yang tidak memiliki lahan atau kepemilikan lahan hanya dibawah 0,3 hektar. Hal ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah dalam kaitannya dengan peningkatan produksi hasil pertanian.Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi lahan pertanian dilakukan dengan cara membuka lahan pertanian baru,biasanya dilakukan di luar jawa.Sedangkan di jawa sendiri sudah tidak dapat memperluas lahan pertanian bahkan cenderung berkurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu intensifikasi pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada.Di era dahulu intensifikasi pertanian dilakukan dengan program Panca Usaha Tani dan Sapta Usaha Tani. Yang kemudian disempurnakan dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu ( PTT ) hingga diversifikasi komoditi pertanian. Salah satu hal yang sudah biasa dilakukan petani tradisional adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang mereka miliki dengan berbagai komoditi dalam satu musim tanam dengan tujuan mendapatkan nilai tambah bagi keluarga mereka. Sebagai contoh petani di Desa Karanggedong Kecamatan Ngadirejo sudah terbiasa memanfaatkan galengan/pematang sawah dengan ditanami sayuran maupun kacang kacangan. Salah satu komoditas yang mulai disukai adalah kacang kedelai, disamping mudah perawatannya harga jual kedelai cenderung stabil.Petani bisa menanam kedelai bersamaan dengan waktu tanam padi, saat pengolahan lahan petani sudah mempersiapkan benih kedelai yang akan ditanam. Benih kedelai akan ditanam dipematang sawah sehari setelah tanam padi,dengan jarak tanam 20 cm. Benih kedelai yang digunakan petani adalah kedelai kuning lokal, biasanya digunakan turun temurun. Perawatan kedelai dilakukan bersamaan dengan perawatan tanaman padi. Terkadang tanaman kedelai tidak dipupuk karena sudah mendapat pupuk dari sisa tanaman padi. Untuk pengendalian hama penyakit terkadang sama sekali tidak dilakukan. Tanaman kedelai yang ditanam di pematang sawah jarang terserang hama dan penyakit ini tentu lebih disukai petani karena tidak membutuhkan biaya perawatan.Menurut petani setempat, biasanya dalam 0,1 ha tanaman padi dapat ditanami benih kedelai kurang lebih 2 kg. Benih kedelai ditanam disepanjang pematang sawah dengan cara ditugal. Perawatan dilakukan bersamaan dengan perawatan padi. Panen setelah kedelai berisi penuh kurang lebih 4 bulan setelah tanam. Setelah panen kedelai dijemur kemudian dirontokkan secara manual. Dari benih 2 kg dapat diperoleh 15-20 kg kedelai. Harga jual ditingkat petani rata rata Rp 8000,- / kg. Jadi dari benih kedelai 2 kg petani akan mendapatkan hasil kurang lebih Rp 160.000,- .Dengan demikian dari pertanaman 0,1 ha tanaman padi petani mendapatkan tambahan pendapatan Rp 160.000,- dari hasil penjualan kedelai.Dibandingkan dengan tanaman lain, semisal kacang panjang, maupun jagung manis tanaman kedelai dinilai lebih menguntungkan dari harga jual dan perawatan yang mudah.Hasil tersebut memang tidak begitu banyak namun dapat membantu petani untuk menambah pendapatan, dan menambah gairah petani dalam berbudidaya kedelai. Demikian sedikit artikel tentang budidaya kedelai dipematang sawah , semoga dapat bermanfaat.