Loading...

INTENSIFIKASI TANAMAN KAKAO

INTENSIFIKASI TANAMAN KAKAO
Intensifikasi adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao melalui penerapan standar teknis budidaya. Kebun kakao yang mendapat perlakuan intensifikasi adalah kebun dengan jumlah tegakan/ populasi tanaman > 70% dari jumlah standar (1000 pohon/ Ha), pohon pelindung > 20% dari standar, lahan memenuhi persyaratan kesesuaian, meliputi curah hujan 1500 – 2500 mm (sangat sesuai) dan 2500 – 3000 mm (sesuai). Pemangkasan dilakukan 2 kali setahun, disesuaikan dengan kondisi setempat, dengan tujuan untuk menurunkan tingkat serangan hama PBK dan penyakit VSD dengan memotong ranting/ cabang yang sudag terserang sampai batas yang sehat (10-20 cm). Pemupukan dilaksankan dengan cara membenamkan dalam tanah dan disebarkan pada permukaan tanah. Kebun kakao yang mendapat i tensifikasi adalah kebun dengan kondisi: • Jumlah tegakan / ppulasi tanaman > 70% dari jumlah standar ( 1000 pohon/ ha)• Pohon Pelindung > 20 % dari standar• Lahan memenuhi persyaratan kesesuaian, meliputi: curah hujan 1500 -2500 mm ( sangat sesuai dan 1250 – 1500 mm atau 2500 – 3000 mm (sesuai), lereng 0 – 8% (sangat sesuai)Kriteria Tanaman:• Umur tanaman masih muda ( kurang lebih 3 meter) dan cabang yang tumpag tindih dengan tajuk tanaman sebelahnya.• Pangkas produksi dilakukan 2 kali setahun, disesuaikan dengan kondisi setempat• Pemangkasan dilakukan untuk menurunkan tingkat serangan hama PBK dan penyakit VSD dengan memotong ranting/ cabang yang sudah terserang sampai batas yang sehat ( 10 – 20 cm)Pemupukan diaplikasikan 1 kali setahun pada awal musim hujan, sedangkan dosis yang dianjurkan adalah 200 gr NPK formula khusus/ tanaman. Cara pemupukannya pada umumnya ada 2 macam yaitu dibenamkan dalam tanah dan disebarkan pada permukaan tanah. Masing-masing cara ini memiliki kekeurangan dan kelebihan. Dibenamkan dalam tanah merupakan cara yang paling baik karena disamping pupuk aman tidak menguap juga tidak terlalu banyak pupuk yang dibutuhkan dan frekuensi pemberiannya cukup 2 kali setahun. Pemupukan dengan cara disebarkan atau ditaburkan memiliki kelebihan yaitu mudah aplikasinya, namun kekurangannya adalah mudah menguap, pemberiannya harus lebih sering dan banyak pupuk yang dibutuhkan. Karena sulit dikontrol dari segi penguapan dan pencucian pada waktu musim hujan, jadi disarankan cara pemupukan dengan cara dibenam. Jika hendak melakukan cara tugal dapat dilakukan pada empat sisi tanaman. Untuk cara melingkar pada tanah datar dapat dilakukan dengan kedalaman 5-10 cm dimana jarak lingkar dari batang > 75 cm, sedangkan untuk daerah pegunungan setengah lingkaran di bagian atas tanaman. Panen sering dilakukan 7-10 hari sekali tergantung banyaknya buah yang masak. Buah yang dipanen adalah buah yang menunjukkan gejala masak, jangan sampaikelewat masak. Buah dikumpulkan pada satu tempat dalam kebun dan dibelah pada hari yang sama.Sanitasi dilakukan untuk menekan populasi hama dan PBK dengan memutus siklus hidup serangga hama dan memetik buah-buah yang terserang. Sanitasi dilakukan dengan cara membenamkan kulit-kulit buah sehabis panen dan buah-buahan yang terserang penyakit busuk buah. Sanitasi kebun penting untuk dilakukan pada perkebunan kakao karena dapat menurunkan tingkat serangan hama dan penyakit tanaman.Rehabilitasi tanaman kakao yang tidak produktif, dilaksanakan dengan beberapa cara:1. Sambung SampingSambung samping merupakan rehabilitasi tanaman kakao yang masih sehat tetapi sudah tidak produktif lagi. Pelaksanaaan sambung samping dilakukan pada awal usim hujan pada saat tanaman kakao tumbuh aktif. Tanaman yang sehat dan pertumbuhannya masih aktif (calon batang bawah) dapat ditandai dengan kulit batang mudah dibuka. Untuk tanaman batang atas (entres) digunakan klon-klon unggul yang telah direkomendasikan oleh Puslitloka seperti ICS 60, ICS 13, GC 7, TSH 858, dan klon unggul lainnya. Dari klon-klon tersebut diambil entres berupa cabang plagiotrop berwarna hijau atau hijau kecoklatan yang daunnya telah menua dengan diameter 0,75 – 1,50 cm.2. Sambung pucuk atau okulasi pada tunas airUntuk tanaman kakao yang kulit batangnya lengket, disarankan untuk melakukan sambung pucuk. Pelaksanaan sambung pucuk sama dengan okulasi pembibitan. Dilakukan pada bibit yang berumur 3 bulan, dengan mengambil entres dari klon-klon unggul yaitu ICS 60, TSH 858, ICS 13, dan GC 7. Entres berasal dari cabang-cabang plagiotrop yang sehat, warna hijau kecoklatan. Diameter 1 cm, dengan 3 mata tunas, pangkal entres disayat miring hingga miring seperti baji. Batang bawah potong datar, sisakan 3 lembar daun. Diamati setelah 10 – 15 hari. Bila sambungan jadi tunas, biarkan tumbuh sepanjang kurang lebih 2 cm, lalu tutup entres dibuka tanpa melepas tali ikatan. Tali ikatan dibuka setelah tunas baru berumur 3 bulan. Bibit siap ditanam setelah berumur 7 bulan.( Penulis: Nanik Anggoro P/ Penyuluh Pertanian BBP2TP. Sumber Bacaan:1) Peningkatan Mutu Kakao dalam Menunjang Industri Kakao Indonesia, Direktorat Rempah dan tanaman Penyegar, 2013; 2) Pedoman Teknis Perluasan Tanaman Kakao Tahun 2012; 3)Buku Pintar Budidaya Kakao, Pusat Penlitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2010; 4) Budidaya Kakao, BPTP Sulawesi tengah, BBP2TP, 2010; 5) Teknologi Budidaya Kakao, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, 2008; 6) Pedoman Bertanam Cokelat, Tim Bina Karya Tani, Yrama Widya, 2008.)