INTENSIFIKASI TANAMAN UBI JALAR DAN TANAMAN KENTANG DI DISTRIK SUGAPA DAN HITADIPA KABUPATEN INTAN JAYA
Untuk meningkatkan hasil pertanian di KABUPATEN INTAN JAYA agar dapat menghasilkan produksi panen yang melimpah, unggul, berkualitas tinggi, maka Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan yang dalam kegiatan ini dilaksanakan oleh bidang Ketahanan Pangan mencari terobosan terbaru untuk memperoleh hasil panen yang optimal yakni dengan membuat sistem pertanian melalui teknik intensifikasi pertanian.Konsumsi pangan jenis Umbi-umbian di kabupaten Intan Jaya secara khusus di distrik Sugapa dan Hitadipa yang begitu besar sehingga kegiatan intensifikasi ini dilaksanakan di kedua distrik tersebut. Selain itu distrik sugapa dan hitadipa memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibanding distrik-distrik lainnya dan paling utama adalah tingkat kesuburan dan luas lahan sangat mendukung dilakukannya kegitan pada kedua distrik ini. Kegiatan Intensifikasi ini dibuka langsung oleh Bapak Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Intan Jaya Drs. Jermias Jassu dan Dihadiri oleh Staf BKPP, dua orang Instruktur dari Kementerian Pertanian BBPP Batang Kaluku dan dua orang dari P4S Bullu Ballea Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan serta Kepala-kepala Kampung dan Kepala suku setempat. Yang dilaksankan Pada tanggal 20 Juli 2016, pukul 10:24:26, bertempat di balai Desa NdugusigaAdapun yang terlibat dalam kegiatan ini adalah para petani yang telah dipilih dan tergabung dalam kelompok tani, masing mewakili dari tiap kampung di distrik Sugapa dan Hitadipa. Lama pelaksanaan kegiatan intensifikasi ini adalah dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal 20 juli sampai dengan tanggal 10 Agustus 2016. Diharapkan dengan durasi waktu pendampingan tersebut dapat memaksimalkan kegiatan Intensifikasi tersebut.Jenis tanaman yang ditanam dalam kegitan intensifikasi ini adalah ;1. Ubi jalar ungu 2. Kentang jenis Granula 2 (G 2)Adapun materi yang di berikan dalam kegitan intensifikasi ini adalah mulai daria) Cara pemilihan dan penggunaan Bibit Unggulb) Pengolahan lahan secara tepat dan terencanac) Pengaturan Irigasi dan Saluran Aird) Pemberian Pupuk yang tepate) Pola dan cara Tanam yang baik dan efisienf) Pemeliharaaan dari Organisme Penggangu Tanamang) Pembuatan Petisida Nabatih) Pembutan Pupuk KomposHambatan yang dihadapi selama kegitan ini adalah jarak tempuh yang sangat jauh antara satu lokasi ke lokasi yang lain serta akses jalan yang belum memadai sehingga menyulitkan para instruktur untuk memaksimalkan pelatihan oleh karenanya masih ada kelompok yang tidak mendapatkan seluruh materi yang telah di susun. Penulis: (Tim Cyber Extension Kabupaten Intan Jaya/em) Sumber: Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyluhan Kabupaten Intan Jaya