Salah satu ternak unggulan Rejang Lebong Bengkulu, yang saat ini sedang digalakkan adalah itik Talang benih. Itik Talang benih adalah hasil perkawinan antara itik Cianten (Bogor) dengan burung belibis di Rejang Lebong, sekitar awal abad ke 19. Hasil dari perkawinan "tak lazim" tersebut, lahirnya plasma nutfah itik kluster Talang Benih. Plasma nutfah dari itik ini adalah produk asli Indonesia, yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Sesuai dengan KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 2836/Kpts/LB.430/8/2012 TENTANG PENETAPAN RUMPUN ITIK TALANG BENIH merupakan salah satu rumpun itik lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Bengkulu, dan telah dibudidayakan secara turun-temurun. Itik Talang Benih sebagai salah satu rumpun itik lokal Indonesia dan sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia, harus dilindungi dan dilestarikan. Itik hasil persilangan itu telah berdomestikasi, hidup, dan berkembang biak di Curup hingga kini. Itik talang benih telah melalui seleksi alam dan beradaptasi dengan baik di lingkungan setempat.Kelebihan dari itik ini adalah masa bertelur yang lebih lama, yakni sekitar 7-8 bulan. Selain itu, per populasi itik ini bisa menghasilkan telur hingga 70-75 butir. Sedangkan, produksi telur per ekornya bisa mencapai 200-250 butir pertahun, jauh lebih tinggi dari itik biasa yang berkisar antara 180-230 butir per tahun. Selain itu, itik ini juga memiliki daging yang lezat dan tahan terhadap serangan penyakit, sehingga bisa memangkas biaya pengobatan ternak. Selain itu, konsistensi produksi juga lebih baik, ditambah dengan pertumbuhan lebih cepat.Keistimewaan lain itik Talang Benih, bila dijadikan itik pedaging atau potong memiliki kualitas lebih baik daripada itik biasa, dan bila dijadikan itik petelur juga memiliki hasil produksi yang setara dengan itik petelur. Selain itu Itik Talang Benih ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta dapat menjadi salah satu ikon daerah baik Kabupaten Rejang Lebong maupun Provinsi Bengkulu.Dengan keunggulannya tersebut, tak salah beberapa daerah luar Provinsi Bengkulu sudah mulai melirik dan memesan bibit itik ini dari Rejang Lebong ini. Pemurnian ternak itik Talang Benih saat ini mencapai 80% dari keaslian genetiknya.Dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan Itik Talang Benih, pemerintah daerah bersama dengan Bank Indonesia (BI) membangun kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) melalui pengembangan kluster. MoU tersebut untuk menambah desa sasaran pengembangan Itik Talang Benih. Masing-masing Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan dan Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara.Ketua Kelompok peternak Itik Talang Benih (Kelompok Ingin Maju) yang berada di Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup, Nandang Kosasih, saat ditemui menjelaskan bahwa ada 3 kluster yang saat ini bersama BI mengembangkan Itik Talang Benih yakni Ingin Maju, Pemuda Suka Karya dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Dijelaskan oleh Pak Nandang, Ciri kasatmata itik talang benih ialah lehernya yang lebih pendek dibandingkan itik jenis lain, seperti mojosari atau tegal. Badannya pun lebih besar dibandingkan itik jenis lain sehingga dagingnya lebih banyak. Bobot itik talang benih 1,3- 2 kilogram per ekor, yang cocok untuk pedagang makanan. Itik jantan jenis ini pada bagian kepala hingga sebagian lehernya berwarna biru gelap mengilap. Bulu berwarna biru gelap itu juga terdapat di bagian sayapnya. Sementara itik betina bulunya berwarna coklat terang dengan totol-totol coklat tua.Pak Nandang saat ini mengelola bagian penetasan itik yang dibuat sendiri yang terbuat dari kayu dan tripleks. Model mesin itu dia contoh dari mesin tetas yang dijual di toko. Dengan modal sendiri sekitar Rp 1 juta, dia bisa membuat mesin tetas berkapasitas 400 telur, sementara kapasitas mesin tetas yang dijual di toko hanya sekitar 100 telur.Kemampuan menetaskan telur tersebut kemudian disebarkan kepada petani lain. Ia ingin agar lebih banyak petani yang mampu menetaskan telur itik talang benih peliharaan mereka sehingga populasinya meningkat. Setidaknya, ada delapan petani yang sekarang mampu menetaskan telur itik talang benih. Dalam satu siklus penetasan, yakni 28 hari, mereka bisa menghasilkan bibit itik 800-1.000 ekor.Dari informasi yang dijelaskan oleh Rindra Purnama, SP. Melalui penyuluh pertanian yang mendampingi Desa Binaan Talang Benih Susi Herawati, bahwa Desa Talang Benih merupakan kluster pengembangan Itik Talang Benih yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam rangka mempertahankan plasma nutfah yang merupakan icon Rejang Lebong.