Budidaya jagung manis (Zea mays saccharata) lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Namun dari sisi nilai jual, jagung manis menawarkan harga yang lebih baik sehingga animo budidaya jagung manis tak pernah surut. Karena sifatnya yang bisa dikonsumsi langsung seperti jagung bakar atau jagung rebus, pasar jagung manis terbuka sampai ke tingkat retail. Budidaya jagung manis bisa dilakukan dalam kisaran iklim yang luas karena tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Berangkat dari pemikiran diatas maka dilakukan percobaan menanam jagung manis dengan menggunakan mulsa perak hitam putih dengan sistem jarwo. Dengan harapan lebih mudah dalam perawatan dan meminimalkan resiko serangan hama serta penyakit sehingga hasil yang didapat lebih optimal. 1. Persiapan BenihPilihlah benih yang tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit, memiliki daya tumbuh yang baik, dan memiliki kemurnian yang tinggi. Benih yang bagus bisa menghasilkan panen yang baik. Pada penanaman menggunakan bibit jagung manis F1 Bonanza.2. pengolahan tanah.Pengolahan tanah dilakukan secara manual dengan cara mencangkul. Tanah dibolak-balikan sedalam mata cangkul. Tujuannya adalah agar terjadi pertukaran aerase udara, peresapan air, dan memudahkan masuknya sinar matahari Selanjutnya, pada tahap pengolahan lahan juga dilakukan proses pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ayam dengan dosis 5 ton/ha. Buat bedengan dengan lebar 100 cm dan jarak antar bedengan 50 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan lahan. Beri pupuk dasar TSP yang ditabur secara merata diatas bedengan yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian pasang mulsa plastik hitam perak dan dilubangi dengan jarak 60 cm x 40 cm.3. Penanaman dan penyulamanRendam benih dengan regen dengan cara masukkan regen sebanyak 15 ml ke dalam 1 liter air kemudian rendam benih jagung sebanyak 500 gr selama 6-8 jam. Tujuannya adalah agar benih jagung manis tidak dimakan semut dan serangga lainnya disamping itu untuk mempercepat keluarnya kecambah. Masukkan benih jagung manis sebanyak 1 biji per lubang tanam dengan dalam lubang tanam 3-5 cm setelah terisi setiap lubang kemudian ditutup kembali menggunakan tanah. Disamping ditanam langsung di bedengan perlu juga dibuatkan persemaian yang jumlahnya sekitar 20-25 % dari jumlah benih yang telah ditanam di bedengan yang digunakan untuk penyulaman. Penyulaman dilakukan saat tanaman berusia 1-2 minggu setelah penanaman, sedangkan Tujuan dilakukannya penyulaman adalah untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh atau jagung yang tumbuh secara abnormal. Penyulaman paling lambat dilakukan pada umur tanaman 2 minggu setelah tanam, sebab jika lebih tanaman yang baru pertumbuhannya tidak akan optimal karena akan kalah bersaing dengan tanaman yang lebih besar. 4. Pemupukan susulanPemupukan susulan diberikan pada saat usia tanaman 7-10 hari setelah tanam. Pemupukan susulan pertama menggunakan pupuk urea dengan dosis 10 g/tanaman dengan cara ditugal disamping tanaman lalu masukkan pupuk, tujuannya adalah untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetative tanaman. Pemberian pupuk susulan kedua diberikan pada usia tanaman 30 hari setelah tanam, pupuk yang diberikan adalah NPK dan TSP perbandingan 1 : 1 dengan dosis 20 g/tanaman. Aplikasi pemupukan kedua juga dengan cara ditugal disamping tanaman lalu masukkan pupuk. 5. PenyiramanKeberadaan air merupakan hal yang sangat vital bagi tanaman jagung terutama pada saat pertumbuhan dan pengisian buah. Cara pengairannya adalah disiram dengan menggunakan alat bantu gembor atau bisa juga dengan selang drip. Penyiraman sangat penting dilakukan terutama pada musim kemarau, interval penyiramannya 2 hari sekali. Jika penanaman dilakukan pada musim penghujan maka tidak perlu dilakukan penyiraman. 6. PemanenanPemanenan dilakukan pada saat tanaman berumur 75-78 HST (Hari Setelah Tanam). Pemanenan dilakukan secara manual dengan cara memetik tongkol menggunakan tangan. Setelah pemetikan selesai, kemudian pisahkan tongkol jagung yang berkualitas super dengan jagung kualitas BS. Jagung berkualitas super memiliki berat ≥ 3 Ons per tongkolnya, dan tongkol jagung berisi penuh dengan biji (PENULIS Hilman Fathoni, S. TP/Penata Muda TK I/Penyuluh Pertanian Pertama).