JAJAR LEGOWO DENGAN PADI TANAM SABATANG UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI
JAJAR LEGOWO DENGAN PADI TANAM SABATANG UNTUK PENINGKATAN PRODUKSIOleh : Dede Eldasari, A.Md Untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat dan lahan sawah yang semakin sempit karena adanya ahli fungsi lahan maka dilakukan intensifikasi lahan salah satunya dengan 10 unsur penerapan teknologi budidaya tanaman padi yakninya pemakaian system tanam yaitu dengan jajar legowo dan Padi Tanam Sebatang. Sistem tanam Jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai Tanaman sisipan didalam barisan. Cara tanam ini memiliki keunggulan yakni meningkatkan populasi tanaman persatuan luas sehingga berpeluang meningkatkan produksi, mudah dalam pengelolaan tanaman seperti pemupukan, penegendalian hama dan penyakit kemudian memudahkan pergerakan petani dilahan dan etetika pertanaman menarik. Penerapan sistem jajar legowo menggunakan jarak tanam25 x 25 cm antar rumpun dalam baris ; 12,5 cm jarak dalam baris ; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan / lorong contoh sistem tanam jajar lgowo adalah jajar legowo 2:1, jajar legowo 4:1 dan jajar legowo 6:1 dengan digabungkannya teknologi jajar legowo dan Padi Tanam Sebatang menambah keuntungan petani baik itu dalam pemakaian benih relatif sedikit 7 kg per ha, hemat penngunaan air dibandingkan dengan cara bertanam padi biasa, produksi relatif tinggi karena anakan produktif berkisar antara 25 sampai dengan 35 batang per rumpun. Dalam bertanam padi sabatang yang perlu di perhatikan jumlah tanaman 1 batang perlobang , tanam dangkal dengan sistem "L" dan saat tanam air diatur dalam keadaan macak-macak. Tanaman Padi sebenarnya bukanlah tanaman aquatik (tergenang) tapi dalam hidupnya butuh air yang cukup keuntungannya adalah 1). Oksigen (O2) yang dibutuhkan akar untuk pertumbuhan tersedia cukup dalam tanah. 2) Tanah kena langsung oleh matahari yang dapat membunuh bakteri, cendawan dan lain-lain sebagai sumber penyakit 3) Dapat berkembangnya mikroba organisme yang dapat menyuburkan tanaman.