Loading...

JAJAR LEGOWO PADA TANAMAN JAGUNG

JAJAR LEGOWO PADA TANAMAN JAGUNG
Jajar legowo adalah suatu cara tanam yg didesain untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui peningkatan populasi tanaman dan pemanfaatan efek tanaman tepi, dimana penanaman dilakukan dengan merapatkan jarak tanaman dalam baris dan merenggangkan jarak tanaman atau antar barisan. Pemanfaatan sistem jajar legowo ini juga dikaitkan dengan upaya peningkatan produksi melalui peningkatan indeks pertanaman (IP) jagung. Dengan peningkatan IP maka hasil panen dapat meningkat dan pengelolaan lahan menjadi lebih produktif.Anjuran populasi tanaman jagung adalah berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha. Untuk itu, jarak tanam biasa yang diterapkan adalah 75 cm x 25 cm (1 tanaman/lubang) atau 70 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang). Pada wilayah yang mempunyai masalah tenaga kerja, dapat diterapkan jarak tanam 75 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang).Jika penanaman dilakukan dengan cara tanam legowo, agar populasi tanaman tetap berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha, maka jarak tanam yang diterapkan adalah 25 cm x (50 cm – 100 cm) 1 tanaman/lubang atau 50 cm x (50 cm – 100 cm) 2 tanaman/lubang (populasi 66.000 tanaman/ha).Sebelumnya di kecamatan sungai geringging sistim tanam jajar legowo hanya di kenal pada pertanaman padi sawah. Kini dengan adanya sistim jajar legowo pada tanaman jagung, Dengan peranan penyuluh pertanian dan penyuluh swadaya sehingga saat ini petani tanaman jagung di sungai geringging sudah mau menerapkannya karena dengan sisitim jajar legowo ini petani lebih mudah dalam melakukan panen, penyemprotan dan sinar matahari masuk maksimal ke lahan pertanaman jagung.