JALI TANAMAN BERGIZI DAN BERKHASIAT PENDAHULUANJali (Coix lachryma-jobi L.atau Coix agrestis Lour) merupakan tanaman palawija yang mulai ditinggalkan petani bahkan hampir punah, karena dianggap tidak ekonomis dan berumur panjang. Padahal diera tahun 1980 an masih banyak dijumpai dipematang tegal petani lahan kering Gunungkidul, sedang didaerah basah banyak tumbuh liar ditepi sungai atau selokan. CIRI-CIRI TANAMAN Tanaman Jali termasuk tanaman tahan kering diperbanyak menggunakan biji, bijinya berbentuk bulat kerucut, keras dan licin mengkilat berwarna coklat kehitaman. Tinggi tanaman mencapai 174-185 cm dan mempunyai 6 cabang yang masing-masing cabang mengeluarkan biji. Tanaman yang berumur 144 hari ini mempunyai anakan 2-3. Jumlah biji rata-rata 230 butir/batang BUDIDAYA Tanaman jali mirip dengan tanaman sorghum di tanam pada awal musim hujan (MH I) dengan menggunakan jarak tanam 25x60 cm atau 25x75 cm dengan 2-3 butir per lubang.Pemupukan menggunakan pupuk organik 2000kg/ha dan NPK 200kg/ha. Tanaman jali mempunyai produksivitas 2500-4000 kg/ha biji kering panen.Tanaman jali dapat dipergunakan sebagai penguat teras, cocok pada tanah kritis/marginal, relatif tahan serangan OPT.MANFAAT BAGI KESEHATAN Jali merupakan tanaman obat yang dinilai mampu mencegah perkembangan tumor pencernakan. Secara farmakologis biji jali juga mengganggu pertumbuhan sel kanker pada tingkat metafase. Untuk mencegah dan mengatasi tumor saluran pencernakan, kanker paru, dan kanker mulut rahim (cervix) dengan cara merebus 15-60 gram biji kering kedalam 6 gelas air sehingga disisakan 2 gelas air rebusan. Air tersebut diminum dua kali sehari sebanyak satu gelas.PENGOLAHAN HASIL Biji Jali yang keras dan licin, setelah kering betul untuk memudahkan membuat beras saat ditumbuk dengan lumpang kayu harus diberi merang padi agar tidak bertebaran. Jali merupakan bahan pangan sumber karbohydrat, dapat diolah menjadi berbagai makanan yang enak dan bergizi antara lain nasi, jadah, wajik, tape, rengginang dsb.