Jenis-jenis Sapi Potong. Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah : A. Sapi Bali. Sapi ini mempunyai warna yang khas yang tidak dimiliki oleh sapi lain yakni terdapat warna putih diantara kedua kaki belakangnya. Untuk anakan sapi memiliki warna merah sawo matang dan ketika dewasa berubah ke hitam hitaman untuk sapi jantan. Sedang untuk sapi betina warna tidak berubah.Sapi bali masuk dalam kategori sapi pekerja. Sebab sapi ini merupakan keturunan dari sapi liar dan banteng. Selain itu sapi ini mempunyai tubuh kuat dan perototan yang besar juga stamina tubuh yang kuat. Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru. B. Sapi Ongole. Jenis sapi ini dikembangkan dan di ternak di pulau Sumbawa sehingga sering disebut sapi SO (Sumbawa Ongole). Sapi jenis ini tahan terhadap rasa lapar dan minum. Serta memiliki toleransi makanan sehingga bisa diberi makanan sederhana. Termasuk jenis sapi yang mudah dipelihara.Ciri sapi ongole memiliki punuk besar dan gelambir besar dari leher sampai perut lebar. Telinga sapi ole juga panjang menggantung, bertanduk kecil, dengan mata yang besar. Berwarna putih dan putih kelabu terkadang terdapat campuran warna kuning orange. Berat sapi dewasa mencapai 600 kg/ekorCirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah. C. Sapi Brahman. Sesuai namanya sapi ini berasal dari India, dan dikembangbiakkan secara pesat di Amerika Serikat. Setelah berhasil di Amerika Serikat sapi ini di export ke luar negeri termasuk salah satunya Indonesia. Sama dengan Limousin sapi ini juga menjadi andalan para peternak sapi pedaging.Sapi ini sering disebut sapi super. Dengan berat mencapai 1 ton lebih harganya pun jauh lebih mahal daripada sapi lokal. Sapi ini juga sangat cocok diternakkan di Indonesia. Ciri sapi brahman memiliki punuk besar dan perut lebar, dengan warna kulit yang beragam, coklat, putih dan kadang kehitaman. Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia. D. Sapi Madura. Jenis api hasil persilangan Sapi Zebu (Bos Indicus) dengan sapi Banteng (Sondaicus). Sapi Madura adalah jenis sapi pedaging dan sapi pekerja. Sapi jantan memiliki punuk kecil sedangkan yang betina tidak berpunuk. Mempunyai tanduk kecil dengan sedikit melengkung mengarah ke depan. Sapi ini berwarna merah bata baik pejantan maupun betinanya. Berat sapi ini 350 kg dengan tinggi rata-rata mencapai 118 cm walaupun bertubuh kecil tetapi mempunyai stamina yang bagus.Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah. E. Sapi Limousin. Bisa dikenal dengan nama Sapi Diamond Limousine merupakan jenis api unggulan dan merupakan kategori sapi pedaging yang menjadi andalan masyarakat Indonesia. Sapi ini pertama kali dikembangbiakkan di Negara Perancis. Tapi kini sudah menyebar di berbagai negara di dunia.Ciri sapi Limousin yakni bertanduk kecil, dengan tubuh yang sangat besar dan mempunyai perototan yang bagus dan juga kulit yang tebal serta bulu berwarna merah kecokelatan. Keunggulan sapi ini dari jenis sapi lain yakni mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, dalam satu hari bisa mencapai 1,1 kg. Berat dari sapi Limousin jantan ketika dewasa mencapai 1,2 ton/ekor.Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baikDemikian, jenis-jenis sapi yang berpotensi untuk usaha peternakan penggemukan sapi. Dengan pemeliharaan yang optimal dan pemeliharaan yang maksimal, akan menghasilkan ternak sapi yang berkualitas bagus. (Admin BPP Kec. Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah )