Loading...

Jenis-Jenis Irigasi Pertanian

Jenis-Jenis Irigasi Pertanian
Pertanian adalah salah satu sektor penting dalam perekonomian, terutama di negara-negara agraris seperti Indonesia. Salah satu faktor kunci keberhasilan pertanian adalah sistem irigasi yang efisien dan efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima jenis irigasi yang biasa digunakan untuk pertanian, dengan merujuk kepada Atonergi sebagai perusahaan penyedia pompa air tenaga surya. Salah satu faktor yang membuat keberhasilan panen adalah kualitas Irigasi pertanian yang memadai karena hal tersebut memastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup, terutama di daerah yang kurang hujan. Oleh karena itu, perlu pertimbangan dalam investasi dalam inovasi dalam irigasi pertanian Ada jenis jenis irigasi yang biasa digunakan dalam pertanian, antara lain: Irigasi Permukaan (surface) Irigasi macam ini umumnya dianggap sebagai irigasi paling kuno di Indonesia. Tekniknya adalah dengan mengambil air dari sumbernya, biasanya sungai, menggunakan bangunan berupa bendungan atau pengambilan bebas. Air kemudian disalurkan ke lahan pertanian menggunakan pipa atau selang memanfaatkan daya gravitasi, sehingga tanah yang lebih tinggi akan terlebih dahulu mendapat asupan air. Penyaluran air yang demikian terjadi secara teratur dalam “jadwal” dan volume yang telah ditentukan. Irigasi Bawah Permukaan (subsurface) Seperti namanya, jenis irigasi ini menerapkan sistem pengairan bawah pada lapisan tanah untuk meresapkan air ke dalam tanah di bawah daerah akar menggunakan pipa bawah tanah atau saluran terbuka. Digerakkan oleh gaya kapiler, lengas tanah berpindah menuju daerah akar sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Dengan demikian, irigasi jenis ini menyasar bagian akar dengan memberinya asupan nutrisi sehingga dapat disalurkan ke bagian lain tumbuhan dan dapat memaksimalkan fungsi akar menopang tumbuhan. Irigasi dengan Pancaran (Sprinkler) Dibanding dua irigasi sebelumnya, irigasi ini terbilang lebih modern karena memang baru dikembangkan belakangan. Caranya adalah dengan menyalurkan air dari sumbernya ke daerah sasaran menggunakan pipa. Di lahan yang menjadi sasaran, ujung pipa disumbat menggunakan tekanan khusus dari alat pencurah sehingga muncul pancaran air layaknya hujan yang pertama kali membasahi bagian atas tumbuhan kemudian bagian bawah dan barulah bagian di dalam tanah. Irigasi Pompa Air Irigasi ini menggunakan tenaga mesin untuk mengalirkan berbagai jenis jenis air dari sumber air, biasanya sumur, ke lahan pertanian menggunakan pipa atau saluran. Jika sumber air yang digunakan dalam jenis ini bisa diandalkan, artinya tidak surut pada musim kemarau, maka kebutuhan air pada musim kemarau bisa di-backup dengan jenis irigasi ini. Namun, penting memilih jenis pompa irigasi yang tepat untuk lahan pertanian anda. Karena biaya investasi dikeluarkan untuk pompa air tidaklah sedikit. Irigasi Tetes Jenis irigasi tetes menjalankan tugas distribusi air ke lahan pertanian menggunakan selang atau pipa yang berlubang dan diatur dengan tekanan tertentu. Dengan pengaturan yang demikian, air akan muncul dari pipa berbentuk tetesan dan langsung pada bagian akar tanaman. Teknik yang demikian dimaksudkan agar air langsung menuju ke akar sehingga tidak perlu membasahi lahan dan mencegah terbuangnya air karena penguapan yang berlebih. Kelebihan irigasi jenis ini di antaranya adalah efisiensi dan penghematan air, menghindari akibat penguapan dan inflitrasi serta sangat cocok untuk tanaman di masa-masa awal pertumbuhannya karena dapat memaksimalkan fungsi hara bagi tanaman. Selain itu, jenis ini juga mempercepat proses penyesuaian bibit dengan tanah sehingga dapat menyuburkan tanaman dan menunjang keberhasilan proses penanamannya. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber: Dirjen PSP, Kementerian Pertanian