5. MencretMencret sering terjadi pada ternak kambung akibat kandang yang kembap dan kotor. Penyebabnya adalah bakteri Eimeria sp. Kambing yang sakit bisa mengalami stress berat. Gejala sakit bisa berbeda-beda, tergantung tingkat ringan atau beratnya penyakit. Kematian mendadak bisa timbul bila terjadi kombinasi dengan penyakit lain. Ternak yang mengalami mencret bisa disembuhkan dengan obat sulfa, misalnya AS Supermed sebanyak 2-3 gram yang diberikan sebanyak 2 – 3 kali sehari. 6. MastitisPenyakit mastitis atau radang kelenjar susu disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Penyakit ini menimbulkan peradangan pada kelenjar susu yang ditandai dengan ambing membengkak dan terasa panas bila diraba. Selain itu, air susu yang keluar encer, kadang bercampur darah dan akhirnya susu tidak keluar. Kondisi tersebut membuat kambing tidak mau menyusui anaknya. Penyakit ini bisa menular melalui luka pada kulit ambing dan puting susu.Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang dan menyingkirkan benda-benda tajam yang dapat melukai ambing dan puting susu. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik seperti Penicillin, Tetracycline atau Sulfamethasine air susu dikeluarkan atau diperah setiap hari kemudian ambing dikompres dengan air hangat. 7. Kutu BusukBakteri Fusobakterium necrophorus atau Formis nodosus masuk melalui kulit kaki yang terluka atau lecet sehingga menyebabkan penyakit kuku busuk. Gejala yang muncul akibat penyakit ini antara lain kambing pincang saat berjalan, bagian atas kuku meradang, berwarna merah dan membentuk luka yang meluas ke daerah di sekitar kuku. Sebagian atau seluruh kaki dapat menjadi lumpuh karena pembengkakan dan mengeluarkan bau busuk. Pada kondisi serius, kuku bisa lepas dan kambing sulit berdiri karena kesakitan.Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan melakukan pemotongan kuku secara berkala. Pengobatan dilakukan dengan cara memotong kuku samapai ke bagian yang terlihat masih utuh (sehat). Kemudian kuku direndam selama 13 menit ke dalam cairan yang mengandung antibiotika, desinfektan atau formalin 10%. Setelah itu luka dibalut dengan perban agar tidak myasis (belatungan) dan lebih terlindungi. Kemudian jenis penyakit pada kambing yang tidak menular juga cukup sering terjadi, beberapa diantaranya antara lain sebagai berikut : 1. Infeksi akibat lukaInfeksi bisa terjadi bila kambing terluka. Luka tersebut menimbulkan penyakit bengkak, kejang-kejang, demam dan kurang nafsu makan. Infeksi dapat disebabkan oleh bermacam-macam bakteri seperti Coliform sp, Staphylococcus sp dan Pseudomonas sp. Penyembuhan dilakukan dengan cara luka dibersihkan kemudian dibubuhi obat antibakteri, misalnya larutan iodium 7%. 2. Kejang rumputPenyakit kejang rumput disebabkan kekurangan unsur kalsium (Ca) dan mangan (Mn). Kambing yang diserang biasanya berusia 3 – 4 bulan. Gejalanya kambing selalu gelisah, gemetaran dan agresif, timbul kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai ke seleuruh tubuh serta kambing sering kencing dan sensitif oleh suara keras. Kejang-kejang ini berlanjt pada hari berikutnya.Penyakit bisa disembuhkan dengan memberikan suntikan yang mengandung mineral magnesium secara intravena. Penyuntikan sebaiknya dilakukan oleh dokter hewan dan harus sedikit demi sedikit. Penyakit juga bisa disembuhkan dengan Tympasol 30 – 50 ml yang dilarutkan dlam 0,3-0,5 liter air. Pencegahan dapat dialkukan dengan pemberian garam. Satu blok garam mineral dapat digunakan untuk 3 – 6 bulan per 10 ekor kambing. 3. Peruk kembungKembung merupakan penyakit yang disebabkan domba terlalu banyak makan rumput muda yang mengandung kadar air tinggi sehingga terjadi pembentukan gas dalam perut. Gejala yang terlihat yaitu perut sebelh kiri bagian atas terlihat kembung dan jika ditepuk-tepuk mengeluarkan bunyi karena ada tekanan dari rongga perut ke dada. Selain itu, kambing terlihat gelisah dan kesulitan bernafas. Untuk mencegah perut kembung, sebaiknya kambing tidak digembalakan terlalu pagi karena rumput dan dedaunan masih berembun. Kembung ringan bisa sembuh dengan sendirinya, terutama bila ternak bisa berjalan-jalan dan bersendawa. Bila kembungnya cukup berat, penyakit dapat disembuhkan dengan diminumkan satu cangkir minyak kelapa (minyak kacang) sebanyak 100-200 ml. Setelah itu perut yang kembung dipijit-pijit secara perlahan untuk membantu pengeluaran gas di dalam perut. Dapat juga diminumkan dengan cara kambing didirikan dengan kaki depan dibuat lebih tinggi, kemudian rahang dibuka dengan cara memasang kayu sebesar ibu jadi dan diikat kelekakang kepala selama 1 hingga 2 jam.Dalam kondisi yang cukup parah perlu dilakukan penusukan dengan jarum berlubang pada perut yang kembung (10-15 cm di bawah tulang belakang dan pertengahan antara tulang rusuk dengan tulang pnggul). Sebelum penusukan, cukur bulu-bulu di bagian yang akan ditusuk dan olesi kulitnya dengan alkohol atau yodium tincture. Kemudian tusuk menggunakn jarum dengan lubang ditengahnya dan berujung runcing serta sudah disterilkan dengan cara dibakar atau direndam alkohol. Biarkan gas keluar. Jika perut sudah kembali normal, bekas luka diberi yodium tincture dan ditutup dengan perban. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM . Sumber : Kaleka, Norbertus. Beternak Kambing Tanpa : Bau, Angon, dan Ngarit, 2013 ; Mulyono, Subangkit. Penggemukan Kambing Potong, 2007 ; Redaksi Agromedia. Petunjuk Praktis Menggemukan Domba, Kambing dan Sapi Potong, 2009.)