Setelah menempuh perjalanan panjang dari Kota Padang menuju Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, akhirnya Tim Penilai Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015 Kementerian Pertanian hadir di kediaman bapak Judarul pada hari Rabu, 8 Juli 2015. Tim Penilai Berprestasi Tingkat Nasional Kementerian Pertanian diketuai oleh ibu Inang Sariati dan didampingi oleh Tim Penilai Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat yakni bapak Joko dan ibu Mimit (Bakoorluh Provinsi Sumatera Barat). Bapak Ir. Ronaldi selaku Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sijunjung beserta rombongan turut hadir dalam acara penilaian ini. Kepala UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru hadir bersama Penyuluh Pertanian se Kecamatan Kamang Baru. Perangkat Nagari, tokoh masyarakat dan anggota kelompoktani Batu Kapur I hadir memenuhi ruangan tamu kediaman bapak Judarul. Dalam acara ini, bapak Ir. Ronaldi langsung memberikan sambutan dan pengarahan di hadapan tamu yang hadir. Setelah sebelumnya ibu Sugiharti (petani berprestasi tingkat Nasional tahun 2012) dan bapak Sutimanto (petani berprestasi tingkat Nasional tahun 2013), kini menyusul bapak Judarul sebagai petani berprestasi tingkat Nasional tahun 2015 yang berasal dari Kecamatan Kamang Baru yang Insya Allah akan diundang hadir ke Istana Negara Jakarta pada acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70. Ibu Inang Sariati dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh bapak Judarul sebagai petani berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2015 setelah sebelumnya juga telah memverifikasi dan menilai ibu Sugiharti serta bapak Sutimanto di tahun 2012 dan 2013 di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung sebagai petani berprestasi tingkat Nasional. Ibu Inang Sariati secara saksama mendengarkan presentasi dan ekspose dari bapak Judarul mulai dari kondisi belum berhasil sampai dengan berhasil atas pencapaiannya selama kurang lebih 15 tahun dalam mengembangkan usahataninya. Usahatani yang menonjol dari bapak Judarul (38 tahun) adalah sebagai petani penangkar benih padi yang sukses di Kabupaten Sijunjung. Beliau mengembangkan usaha ini secara swadaya sejak tahun 2007 bersama kelompoktani Batu Kapur I (berdiri tahun 1998) seluas 23 ha. Seluas 1 ha sawah yang dimiliki bapak Judarul dapat menghasilkan rata-rata 4-5 ton GKP/MT dimana 3-3,5 ton untuk dipakai sebagai benih padi berlabel dan sisanya dijadikan beras untuk dikonsumsi sendiri. Penanaman padi dilakukan dengan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan padi tanam sebatang (PTS). Bersama PT. Pertani dan PT. Sang Hyang Sri, beliau selalu bekerjasama dengan pola kemitraan dalam pengadaan benih padi berlabel. Atas kerja kerasnyalah yang menjadi dampak terhadap kelompoktani lain dalam penangkaran benih padi sehingga Nagari Kunangan Parik Rantang saat ini menjadi Desa Mandiri Benih. Kegiatan penangkaran benih padi memiliki peran penting dalam Upaya Khusus (UPSUS) dalam pencapaian swasembada beras secara Nasional. Selain usaha penangkaran benih padi, bapak Judarul juga memiliki huller (usaha penggilingan padi), kebun kelapa sawit (TM) seluas 4 ha dengan produksi 6 ton/ha/bulan, kebun karet seluas 1 ha (TBM), ternak kambing sebanyak 6 ekor dan kolam ikan lele seluas 24 m². Total penghasilan yang didapat oleh bapak Judarul dari seluruh usahanya berkisar Rp. 11 juta/bulan, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan 1orang istri dan 4 orang anak. Sebagai seorang ketua di kelompoktani Batu Kapur I, beliau juga aktif dalam mengembangkan kelompoktaninya. Dalam rangka usaha peningkatan produksi dan produktivitas dari usaha yang dilaksanakannya, bapak Judarul selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Instansi terkait yaitu BP4KKP Kabupaten Sijunjung melalui UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru dan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung. Pelatihan yang pernah diikuti yaitu Pelatihan Penangkar Benih Padi di Dahrmasraya (2009) dan Padang (2014), Pelatihan Manajemen Pemasaran di Solok (2010), Pelatihan Teknis Penangkar Benih Padi di Muaro Sijunjung (2014) dan di Padang Panjang (2014). (M. Iwan K. SP)