Loading...

KABAN BP4K BUKA KEGIATAN “PRA” BAGI PETANI

KABAN BP4K BUKA KEGIATAN “PRA” BAGI PETANI
KOTAMOBAGU, Dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kota Kotamobagu, melaksanaan kegiatan Parsipatory Rural Apraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan, bagi petani tingkat kota Kotamobagu, Selasa (10/03/2015). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan (Kaban), Nurachim Mokoagow, dan dihadiri oleh 33 petani yang tersebar di 4 (empat) wilayah kecamatan.Kegiatan PRA ini bertujuan, agar para petani memahami dan bisa melaksanakan, pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan, dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. "Petani dalam proses pembangunan tidak hanya sebagai penonton tetapi mereka harus secara aktif ikut serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan menikmati hasil pembangunan", terang Mokoagow.Lebih lanjut, menurut Kepala Bidang SDM, Lisnawati Mokoginta, SP.ME, mengatakan, dalam perkembangannya telah banyak dikembangkan beberapa teknik PRA yang pada intinya merupakan bentuk implementasi dari metode PRA."Beberapa teknik penerapan PRA yaitu, Penelusuran Alur Sejarah, Penelusuran Kebutuhan Pembangunan, Analisa Mata Pencaharian, Penyusunan Rencana Kegiatan, Pemetaan, dan lain-lain, "kata Mokoginta.Pelaksanaan kegiatan PRA ini, selama 3 hari, mulai hari ini, selasa 10 Maret 2015 sampai dengan, Kamis 12 Maret 2015. Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut, nara sumbernya dari para PPL, yang telah dilatih dan memiliki sertifikat. Yang mendapatkan kesempatan melatih kali ini yakni, Helda Pudong, Fenti Karel, dan Deysi Mokoginta."Ketiga penyuluh tersebut, pada akhir tahun lalu, baru selesai megikuti pelatihan PRA, dan mereka diberikan kesempatan untuk melatih, untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai penyuluh pertatanian lapangan, "tutup Mokoginta. (tigor)