Cacing! Jangan hi… duluan. Kita semua tentu sudah kenal dengan makhluk Allah yang unik ini. Makhluk kecil yang hidup dalam tanah ini memiliki bentuk tubuh yang elastis seperti karet, bisa panjang dan bisa pendek. Cacing bernafas dengan kulitnya yang bersegmen-segmen halus, sistem peredaran darahnya adalah tertutup dan darahnya mengandung hemoglobin. Ukuran makhluk ini juga berbeda sesuai dengan jenis dan umurnya. Jenis cacing ini sebenarnya amat banyak, tapi yang banyak diminati itu adalah jenis Lumbricus rubellus (Lr), karena manfaatnya lebih banyak Mungkin kita hanya tahu manfaat cacing itu dapat menggemburkan tanah. Padahal bukan cuma itu, masih banyak lagi kegunaan makhluk yang menggelikan ini, diantaranya yaitu : Pertama, sebagai penghasil pupuk organik, lebih populer dengan sebutan kascing. Cacing tanah berfungsi sebagai perombak lebih cepat daripada mikroba, yaitu 3-5 kali lebih cepat. Kandungan hara dan sifat kimia kascing ini lebih baik dibanding kompos dan haranya lebih beragam dari pupuk anorganik/pupuk buatan. Kedua, sebagai pendaur ulang limbah sehingga bisa dijadikan sebagai pupuk alam. Limbah tersebut bisa berasal dari limbah rumah tangga, pabrik maupun limbah pasar. Ketiga, sebagai bahan baku pakan unggas dan ikan yang dikenal dengan nama tepung cacing. Tepung cacing ini dapat menggantikan fungsi dari tepung ikan yang menjadi ransum unggas dan ikan, karena kandungan protein tepung cacing lebih tinggi daripada tepung ikan. Selain itu juga tepung cacing mengandung asam amino lebih lengkap dan mudah dicerna dan tidak beracun. Sedangkan kelebihan tepung ikan dapat menyebabkan penyakit muntah hitam pada ayam. Keempat, sebagai umpan memancing. Untuk makanan burung, terutama untuk berkicau seperti murai, hingga penampilan burung jadi prima. Kelima, sebagai bahan baku obat. Enzim pada cacing tanah mampu memperbaiki proses fisiologis tubuh sehingga dapat mengatasi penyakit sirkulasi darah dan dapat membantu proses pencernaan makanan sehingga metabolisme tubuh berjalan lancar. Enzim tersebut adalah peroksida, katalosa, dan sellulose. Ekstrak cacing tanah ini digunakan untuk obat tekanan darah tinggi dan rendah, menurunkan panas badan, mencegah 5 virus penyebab thypus, disentri, diare, bronchitis dan influenza, penyakit diabet, kolesterol tinggi, rematik dan mempercepat pertumbuhan sel baru pada kulit yang rusak. Keenam, sebagai bahan baku kosmetika. Di luar negeri digunakan sebagai bahan pencampur kosmetika serta bahan untuk menghaluskan dan melembutkan kulit. Ketujuh, sebagai bahan baku makanan dan minuman Di Jepang, cacing tanah dijadikan bahan makanan, bahkan di Australia cacing tanah dilahap mentah. Karena dapat menyegarkan tubuh, ini karena tingginya kandungan asam amino dari cacing tanah daripada daging dan ikan. Di Indonesia, cacing tanah paling banyak diusahakan sebagai pembuatan kascing (pupuk organik) dan tepung cacing. Kedua produk ini bisa dilakukan sejalan Subhanallah, ternyata makhluk yang selama ini kita anggap sepele, tak punya arti apa-apa begitu besar manfaat yang diberikannya, itulah dia cacing! Mungkin kita masih meragukan beberapa diantara manfaat cacing tersebut, seperti sebagai bahan makanan. Kita sudah tahu bahwa semua makhluk hidup itu pada asalnya berhukum boleh, cacing merupakan makhluk hidup satu alam yaitu dalam tanah dan tidak menjijikan maka halal untuk dimakan. Cacing ini, mungkin masih banyak orang yang phobi atau alergi dengannya. Padahal sama saja dengan belalang, serangga, atau belut, mungkin sebagian orang masih merasa aneh dengan bentuk makhluk-makhluk ini, padahal binatang-binatang tersebut boleh dimakan, begitu juga dengan cacing Yang jelas, sebagai orang Indonesia apalagi seorang muslim, mungkin masih janggal atau ragu akan status kehalalan binatang tersebut jika dijadikan sebagai bahan makanan, maka kita manfaatkan saja sebagai bahan pembutan kascing atau pakan unggas yang sebagaimana telah diuraikan tadi tentang kandungan gizi dan haranya. Sekarang tinggal kemauan kita untuk mengolahnya, sehingga menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai guna. Selamat mencoba!! (Zuhelmi, SP/ KJF DTPHP) Sumber: pembuatan kascing dan mikoriza UNAND