Bandar Dua merupakan kecamatan paling timur di Kabupaten Pidie Jaya dengan Ibukotanya Ulee Gle. Kecamatan ini memiliki luas areal persawahan 2.547 Ha yang tersebar di 45 desa dengan topografi dan struktur tanah yang berbeda serta tingkat kesuburan yang berbeda pula. Sedangkan lahan kering 12.000 Ha tersebar di lereng Bukit Barisan yang sangat potensial dikembangkan berbagai jenis komoditas pertanian seperti padi, kedelai, jagung, dan tanaman hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, kacang panjang, mentimun, semangka. Tahun 2010 merupakan gebrakan awal pengembangan jagung seluas 75 Ha di Desa Kumba sebagai pilot project, dengan produktivitas 5-6 ton/ha. Gerakan tanam jagung dilakukan pada tahun 2015 dengan adanya program pengembangan jagung dari Kementerian Pertanian seluas 100 Ha dengan produktivitas 7-9 ton/ha. Tahun 2016 merupakan tahun penanaman jagung yang "luar biasa", karena pada tahun ini alokasi pengembangan jagung meningkat menjadi 630 Ha tersebar di 12 desa dengan produktivitas 7-8 ton/ha. Harga jual berkisar Rp.3.500/kg, Penghasilan petani menjadi Rp.28.000.000,- per musim tanam gadu. Modal yang dikeluarkan sekitar Rp. 8.000.000,-/ha. Pendapatan bersih petani sebesar Rp.20.000.000,-/ha dengan waktu tanam selama 4 bulan, sehingga dinobatkan sebagai daerah sentra produksi jagung di Kabupaten Pidie Jaya. Fenomena ini membuat gairah petani menjadi besar, apabila dikaitkan dengan indeks per tanaman (IP) sebesar 250-300. Tahun 2017 ada program pengembangan jagung di lahan sawah dari dana APBK seluas 100 Ha, swadaya petani mencapai 400 Ha baik jagung komposit, jagung hibrida maupun jagung manis. Jagung menjadi komoditi primadona setelah padi bagi petani di Kecamatan ini, karena biaya produksi yang sedikit tetapi bisa mendatangkan keuntungan yang besar bagi petani ketika musim tanam gadu. Keberhasilan pengembangan jagung di Bandar Dua berkat kerjasama semua pihak, mulai dari Dinas Pertanian dan pangan, Penyuluh, Mantri tani, Petugas PHP dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian program pengembangan jagung ini memberikan efek positif bagi petani.Penulis : Muhammad Syafwan, SP (Penyuluh Pertanian)