Loading...

Kebutuhan Pupuk dan Cara Tepat Pemupukan Tanaman Padi

Kebutuhan Pupuk dan Cara Tepat Pemupukan Tanaman Padi
Perlu diingat, pemberian pupuk anorganik atau pupuk pabrik bukan satu-satunya solusi untuk meningkatkan produksi gabah. Pemberian pupuk anorganik secara terus menerus yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama memiliki efek yang buruk terhadap tanah dan lingkungan. Pemberian pupuk anorganik yang tidak diimbangi dengan pupuk organik dapat merusak struktur tanah, merusak kesuburan tanah dan menimbulkan pencemaran. Untuk menghindari efek negatif tersebut perlu dilakukan pemberian pupuk anorganik dan pupuk organik secara berimbang. Keuntungan dari aplikasi kombinasi kedua jenis pupuk tersebut adalah kekurangan sifat pupuk organik dipenuhi oleh pupuk anorganik, sebaliknya kekurangan dari pupuk anorganik dipenuhi oleh pupuk organik. Penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan karena dapat mengembalikan sifat-sifat tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan dan menggemburkan tanah yang telah padat karena efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Tanaman padi memerlukan banyak hara N dibanding hara P ataupun K. Hara N berfungsi sebagai sumber bahan untuk pertumbuhan tanaman, pembentukan anakan, pembentukan klorofil yang penting untuk proses asimilasi, yang pada akhirnya memproduksi pati untuk pertumbuhan dan pembentukan gabah. Hara P berfungsi sebagai sumber tenaga untuk memenuhi kualitas hidup tanaman seperti keserempakan tumbuh dan pematangan. Sementara itu hara K berfungsi sebagai komponen pendukung berlangsungnya reaksi ensim dalam tanaman. Selain itu berfungsi juga memperbaiki rendemen gabah, ketahanan terhadap kekeringan, ketahanan terhadap penyakit tanaman, dan kualitas gabah. Dengan demikian untuk mendapatkan gabah dengan kuantitas tinggi dan kualitas yang baik maka tanaman perlu diberi hara yang lengkap. Menentukan Kebutuhan Unsur Nitrogen Dengan Bagan Warna Daun (BWD)Pemberian hara dalam bentuk pupuk dapat dilakukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman, ataupun dengan melihat penampilan tanaman di lapangan. Salah satu cara pemberian pupuk Urea pada tanaman padi adalah dengan mengawasi perubahan warna daun dengan bantuan alat yang dinamakan bagan warna daun (BWD). Bagan warna daun berupa alat berbentuk “kartu” yang memiliki warna dari hijau muda sampai hijau tua, dengan skala 1 – 4 atau 1 – 6. Berikut ini “Cara Menggunakan BAGAN WARNA DAUN (BWD)” dan cara menentukan kebutuhan unsur nitrogen (N) pada tanaman padi : • Ambil secara acak sebanyak 15 – 20 rumpun contoh,• Kemudian cocokan warna daunnya dengan warna hijau pada alat BWD.• Jika rata-rata pengamatan warna hijau daun berada di skala warna 3 atau lebih rendah lagi (pada BWD 4 skala) atau di skala 4 atau lebih rendah lagi (pada BWD 6 skala) maka tanaman segera dipupuk N (Urea dan sejenisnya) karena tanaman telah mengalami lapar hara N atau kekurangan hara N.• Jila pada monitoring BWD diperoleh rata-rata lebih dari skala 3 (pada BWD 4 skala) atau lebih dari skala 4 (pada BWD 6 skala), maka tanaman tidak perlu diberi pupuk N (Urea) karena tanaman masih mampu memperoleh hara N dari tanah.• Monitoring pemberian pupuk dengan alat BWD dilakukan sejak 14 HST sampai fase berbunga (63 HST) setiap 7 hari sekali.• Banyaknya penambahan Urea, bila terjadi kekurangan hara N adalah 70 kg Urea/ha. Berdasar pengalaman cara pemberian Urea seperti itu dapat dihemat rata-rata 100 kg/ha tanpa menurunkan hasil gabah. Dosis, Jenis Pupuk dan Waktu Pemupukan Tanaman Padi Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara terjadwal berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi. Pemupukan secara terjadwal dapat mencegah tanaman kekurangan unsur hara, karena pemberian pupuk dilakukan pada waktu dan dosis yang tepat pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Pupuk nitrogen atau urea diberikan 3 kali agar pemberian pupuk N menjadi lebih efesien terserap oleh tanaman padi. Sedangkan pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik dibanding dengan satu kali pemberian bersamaan dengan pupuk Urea pertama. Berikut ini dosis, jenis pupuk dan waktu pemupukan pada tanaman padi hibrida ;1. Pupuk susulan I ; Pemupukan susulan pertama diberikan ketika tanaman padi berumur 7 – 10 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea, 100 kg pupuk SP-36 dan 50 kg pupuk KCl per hektar. Atau 2. Pupuk susulan II : Pemupukan susulan kedua diberikan ketika tanaman padi berumur 21 HST. Pupuk yang digunakan adalah 150 kg pupuk Urea per hektar.3. Pupuk susulan III ; Pemupukan susulan ketiga diberikan ketika tanaman padi berumur 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea dan 50 kg pupuk KCl per hektar.