Loading...

Kegiatan Demplot BP3K Landasan Ulin

Kegiatan Demplot BP3K Landasan Ulin
BAB. I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam rangka mendukung Revitalisasi Penyuluhan Pertanian di Kalimantan Selatan, maka pada tahun 2014 ini melalui Satuan Kerja Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Kalimantan Selatan akan dilaksanakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan (BP3K) Sebagai Posko Pelaksana Pembangunan Pertanian di Kalimantan Selatan sebanyak 34 (Tiga puluh empat) unit. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, maka Balai Penyuluhan Kecamatan yang mendapat fasilitasi tersebut dapat dijadikan sebagai percontohan bagi BPK lainnya dan tempat pembelajaran bagi poktan dan gapoktan serta penyluh dalam penyelenggaraan penyuluhan dan kegiatan pertanian lainnya di masing-masing daerah kabupaten/kota. BP3K Landasan Ulin merupakan salah satu BP3K yang ditunjuk sebagai Posko Pelaksana Pembangunan di Kalimantan Selatan khusus untuk Kota Banjarbaru. Dalam rangka mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan maka perlu diterapkan konsep pertanian yang back to nature artinya pertanian yang ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dalam setiap usaha tani yang dilakukan terutama untuk komoditas tanaman hortikultura. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas perlu dilakukan langkah-langkah konkrit di lapangan salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah percontohan demplot. BP3K Landasan Ulin dengan fasilitas dari Kementan melalui Bakorluh Propinsi berkesempatan melakukan uji coba demplot pertanian dengan komoditi utamanya adalah cabe keriting di lahan pekarangan BP3K. Untuk menuju ke pertanian organik maka penggunaan pupuk kimia sudah harus dikurangi bahkan ditiadakan. Saat ini pelaksanaan demplot yang dilaksanakan oleh penyuluh di BP3K Landasan memang tidak sepenuhnya organic namun sudah kategori aman konsumsi (prima 2). Penggunaan pupuk kimia hanya digunakan NPK Mutiara dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang. Penanggulangan hama penyakit juga sudah menerapkan konsep agen hayati dengan pemberian cairan PGPR dilahan dan ditanaman cabe keriting. B. TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN Demplot ini bertujuan untuk memberikan informasi dan contoh pelaksanaan teknologi pertanian terapan terbarukan kepada petani dalam Poktan dan Gapoktan di wilayah BP3K Landasan Ulin. Dengan kegiatan ini diharapkan adanya sharing antara penyuluh, peneliti dan petani serta adanya respon dari petani agar mau mengikuti penerapan teknologi yang digunakan pada lahan demplot. Diharapkan dengan adanya Demplot ini bisa memberikan motivasi petani agar mau melaksanakan kegiatan budidaya dengan penerapan teknologi terapan yang diusahakan di lahan demplot. Sasaran kegiatan adalah anggota kelompok tani dan gabungan kelompok tani terutama kepada kelompok binaan penyuluh yang berada disekitar lokasi kegiatan utama kelompok tani. BAB II. PELAKSANAAN A. DASAR Dasar pelaksanaan Demplot adalah SK Sekretaris Bakorluh Nomor 322/SDM-DK.10/Bakorluh/2014 tanggal 20 Pebruari 2014 tentang Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Sebagai Posko Pelaksana Pembangunan Pertanian Kegiatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Yang Difasilitasi di Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2014 C. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Demplot dilaksanakan pada sejak bulan Pebruari s/d Nopember 2014 bertempat di Halaman BP3K Landasan Ulin. D. HASIL Komoditi utama yang dijadikan demplot adalah cabe keriting. Luas lahan yang digunakan sebagai demplot cabe keriting adalah 200 m2 dengan sebanyak 4 bedengan jumlah pohon sebanyak 40 pohon. Penanaman dimulai dari persiapan lahan selama 14 hari, kemudian dilakukan persemaian selama 20 hari. Setelah bibit siap dipersemaian ditanam di lahan yang sudah disiapkan dengan menutup dengan mulsa untuk mengurangi penguapan dan tumbuhnya gulma. Penanaman kurang lebih 50 hari dengan masa panen sekitar 60 hari (1 minggu x 3 kali panen). Penggunaan pupuk kandang ditambahkan NPK, kapur dan PGPR. Hasil panen dari awal panen hingga panen terakhir sekitar 1,2 kg per pohon jadi total hasil panen sekitar 48 kg selama beberapa kali panen. Selain tanaman cabe keriting sebagai komoditi utama ada juga tanaman lain yang di tanam seperti kangkung yang ditanam di sisi-sisi samping kantor BP3K Landasan Ulin dengan mengaplikasikan pemberian PGPR pada tanah yang akan disemai dengan benih kangkung. BAB. III PENUTUP Dengan tersusunya Laporan hasil Demplot ini maka bisa menjadi acuan dan panduan bagi pelaksanaan kegiatan lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan (BP3K) Sebagai Posko Pelaksana Pembangunan Pertanian TA. 2014, sehingga untuk mewujudkan kelembagaan penyuluhan kecamatan yang tangguh sesuai dengan potensi wilayah/komoditas unggulan daerah sebagai percontohan kelembagaan penyuluhan kecamatan yang mampu memberi pelayanan kepada pelaku utama dan pelaku usaha, menyediakan fasilitas penyuluh/jasa konsultasi agribisnis yang memadai bagi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya dan mendukung penyuluh dalam kapasitasnya memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha. akan benar-benar dapat terealisasi. .Penulis SUDARTA, SP.