Loading...

KEGIATAN MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (MKRPL) DI KWT SRIKANDI WKPP CAMPANG KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS

KEGIATAN MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (MKRPL) DI KWT SRIKANDI WKPP CAMPANG KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS
Pendahuluan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan suatu konsep model Rumah Pangan Lestari (RPL) yang dibangun dalam suatu kawasan (RT, RW, dusun, desa/Kelurahan, kecamatan ). Sedangkan RPL adalah rumah yang pekarangannya dimanfaatkan secara intensif, ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan mengacu empat prinsip:(1) Ketahanan dan kemandirian pangan(2) Diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal(3) Konservasi sumberdaya genetik(4) Upaya lestari melalui kebun bibit, menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga/masyarakat.Sosialisasi M-KRPL ini adalah sesuai arahan Presiden RI pada saat peluncuran (grand launching) KRPL di Pacitan pada tanggal 13 Januari 2012 bahwa KRPL harus dikembangkan di seluruh Indonesia. Keadaan pemanfaatan pekarangan di masyarakat Campang Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus awalnya belum dilakukan pemanfaatan secara optimal, dengan pembinaan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Petugas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) melalui kegiatan Model Rumah Pangan Lestari (MKRPL) potensi tersebut sangat bisa untuk dikembangkan Tujuan1. Meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos.2. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.3. Mengembangkan sumber benih/bibit dengan membuat Kebun Bibit Desa (KBD)/ Induk (KBI) untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan.4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri. Sasaran- Kemandirian pangan keluarga- Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal- Konservasi tanaman pekarangan (pangan/ternak/toga,dll) untuk masa depan- Strategi menghindara dari efek inflasi ekonomi- Peningkatan kesejahteraan keluarga Manfaat- Bahan pangan ditanam di lokasi yang dekat dengan rumah, lebih segar dan karenanya lebih bergizi, sehat dan aman- Mengurangi biaya belanja kebutuhan pangan sehari-hari rumah tangga- Membangun kepedulian terhadap konservasi sumber daya genetic, baik tanaman, ternak, karena sumberdaya pekarangan yang multikomoditas, multibiologis, multi kegiatan dan multi hubungan- Membangun ekonomi local karena uang berputar ke petani- Membuat hubungan baik antarwarga, membuat kekerabatan “gotong royong” lebih kuat karena berbasis kawasan- Menjadikan tempat yang lebih sehat dan nyaman untuk dihuni karena “Go Green”- Menghindari kekurangan pangan karena efek anomaly iklim dan menghindari tekanan buruk karena inflasi ekonomi karena pangan sehari-hari tersedia bagi rumah tangga.- Meredakan ketegangan mental, karena Go Green menjadi terapi penting dalam proses penyehatan mental, percaya diri dan peduli kepada sesama. Komponen Utama MKRPL- Kawasan rumah tangga yang menerapkan RPL- Kebun Bibit Desa (KBD)- Koperasi Wanita Tani (KWT) dan kios saprodi- Penumbuhan dan penguatan Kelembagaan Tempat dan Waktu PelaksanaanKegiatan MKRPL dilaksanakan di KWT Srikandi Pekon Campang Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus, dimulai pada Bulan Agustus tahun 2013 dan diperpanjang pelaksanaan hingga tahun 2015, dilanjutkan hingga tahun 2018 secara swadaya kelompok. Kegiatan dalam MKRPL- Penataan pekarangan- Pemilihan komoditas- Pembangunan MKRPL- Pengembangn Keberhasilan Kegiatan MKRPL- Pada awal kegiatan pelaksana RPL hanya 20 orang dari anggota KWT, di tahun 2015 dampak kegiatan berkembang 97 orang, dan hingga tahu 2018 mencapai 123 kepala keluarga. Dampak kegiatan MKRPL tidak hanya pada anggota KWT, tetapi masyarakat Campang secara umum.- Kegiatan pembangunan Kebun Bibit Desa (KBD) dan pemeliharaanya berjalan dengan baik, beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain: produksi bibit siap tanam yang dijual pada anggota KWT maupun masyarakat secara umum, produksi sayuran segar tanpa pestisida, pengelolaan rumah kompos, penyediaan sarana produksi seperti bibit sayuran, polibek, waring, dll.- Kunjungan Kepala BPTP Lampung, Prof. Dr. Risfaheri, M.Si, dan kunjungan Ketua Perhiptani Lampung, Ir. Joko Umar Said, di kegiatan MKRPL KWT Srikandi Desa Campang- MKRPL KWT Srikandi ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Pameran Agroinovasi BPTP 2014 dalam rangka ulang tahun Badan Litbang Pertanian. Erni Hidayati, S.TP, THL TBPP, BPP GISTING