Hari Kamis (30/10/2016), telah dilaksanakan kegiatan Temu Lapang (Field Day) Panen Padi varietas Inpari 28 di Kelompok Tani Sinar Rahmat Kampung Rutih Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. Pelaksanaan kegiatan panen padi pada temu lapang ini didasari oleh gagasan para PPL Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Silih Nara melakukan kaji terap (demplot) untuk membudidayakan tanaman padi dengan menggunakan varietas baru yakni Inpari 28 seluas 0,25 Ha. Yang selama ini pada umumnya masih sedikit di beberapa wilayah Kabupaten Aceh Tengah mau mengembangkan varietas baru tersebut diterapkan kepada para petani, dimana nantinya dapat meningkatkan produksi padinya yang selama ini berharap dengan varietas lokal. Proses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanaman padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan di kalangan petani khususnya di Kabupaten Aceh Tengah. Bagaimana tidak, beras menjadi salah salah satu produk yang sangat penting, beras juga sebagai produk yang termasuk pada sembilan bahan pokok. Banyak yang menpengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Pada saat ini cara yang bisa ditempuh oleh petani dalam proses peningkatan produksi padi selainb mengembangkan bibit varietas baru. Ada juga inovasi lain yang dapat dikembangkan yaitu salah satunya dengan cara tanam padi dengan sistem jajar legowo. Sistem jajar legowo merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cuckup tinggi serta kemudahan dalam aplikasi pemupukan, seta pengendalian organisme pengganggu tanaman.Pemilihan varietas inpari 28 ini merupakan uji coba, disamping menggilirkan beberapa varietas untuk memutuskan siklus Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terutama serangan blast. Selain pengembangan varietas baru diterapkan kepada petani/ masyarakat banyak juga program lain yang mendukung kegiatan swasembada pangan terutama tanaman padi. Yakni pengembangan jaringan irigasi tersier dan alat mekanisasi pertanian lainnya. Ke depan dengan makin banyaknya inovasi mekanisasi pertanian dan irigasi teknis, secara teknis tentang pemeliharaan budidaya mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama penyakit, panen sampai pasca panen dapat langsung diserap oleh para anggota kelompok tani sehingga harapan untuk meningkatkan produksi tanaman padi dapat terpenuhi, namun pengaruh anomali iklim serta ketersediaan air juga sangat berpengaruh untuk budidaya tanaman padi ini. Selama ini di Kecamatan lain di Kabupaten Aceh Tengah yang sudah mengembangkan tanaman padi varietas inpari 28 sudah merasakan manfaat dan keuntungannya. Sehingga animo (minat) petani sangat banyak untuk menanam dengan menggunakan varietas Inpari 28. Untuk tahun 2016 ini, di Dinas teknis Kabupaten Aceh Tengah masih sedikit menyediakan bibit varietas baru tersebut. Diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya semoga dengan adanya minat/ keinginan petani untuk menggunakan bibit Inpari 28 untuk ditanami di lahannya, ditambah persediaan bibit Inpari 28 di Dinas Terkait. Berkat kerja keras Koordinator BP3K Silih Nara dan para Penyuluh, Demplot padi varietas Invari 28 dapat terwujud sehingga temu lapang (Field Days) dapat dilaksanakan di Kampung Rutih, dalam beberapa waktu yg lalu juga pernah di datangi pengawas dari STTP Medan meninjau perkembangan kegiatan demplot ini.Saat pelaksanaan panen padi Inpari 28 pada acara temu lapang ini tampak dari wajah ibu-ibu yang memotong padi. Mereka merasa senang dan puas dengan hamparan padi yang sedang menguning. "Saya merasa senang sekali dan bersemangat kali ini, mudaha-mudahan dengan adanya bibit unggul ini produksi padi kami ini dapat bertambah" ujar salah satu petani. Namun, hasil panen padi kali ini masih belum mengalami peningkatan. Ini disebabkan oleh pengaruh anomali iklim, dimana terjadi kekeringan pada saat pengisian gabah diduga kuat menurunkan hasil ubinan kali ini. (admin_actgh)