Desa Padang Luar merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang mana desa tersebut masuk dalam wilayah binaan Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Amuntai Utara. Pada tahun 2015 ini, salah satu kegiatan dari Badan Pelaksana Pnyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Hulu Sungai Utara adalah Sekolah Lapang Usaha Tani (SLUT), dimana untuk wilayah binaan Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Amuntai Utara mendapatkan 1 unit program ini yang ditempatkan di desa Padang Luar Poktan Karya Jaya. Kegiatan SLUT ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta program ini mengenai teknologi-teknologi pertanian yang mungkin dapat diterapkan untuk dapat meningkatkan produksi padi diwilayah tersebut. Teknis Pelaksanaan Kegiatan ini yaitu sebanyak 8 kali pertemuan, dimana setiap pertemuan akan dismapaikan materi yang berbeda kepada peserta sesuai dengan kebutuhan dan spesifik lokasi Adapun peserta kegiatan ini terdiri dari 25 orang dan dibagi menjadi 4 kelompok kecil, dimana dalam setiap kali pertemuan tiap kelompok kecil tersebut akan melakukan pengamatan agro ekositem, menganalisanya dan akan dibahas bersama-sama sehingga dapat disimpulkan tindakan apa yang mesti dilakukan pada areal pertanaman mereka. Untuk Pemateri dalam kegiatan ini terdiri dari Kelompok Jabatan Fungsioanal (KJF) BP4KKP HSU, Kepala BPK Amuntai Utara, POPT Amuntai Utara, Ka. UPT Distan TPH Amuntai Utara, penyuluh wilayah binaan desa Padang Luar dan para Penyuluh Pertanian yang ada di Kecamatan Amuntai Utara yang akan memberikan materi secara bergantian. Sampai dengan berita ini ditulis, kegatan ini sudah memasuki pertemuan yang ke tiga. Pada pertemuan ke tiga ini dihadiri oleh KJF BP4KKP HSU (Bapak Hairu Bahri, S.PKP), Penyuluh wilayah binaan setempat (Bapak Moh.Noor) dan 2 orang penyuluh lainnya. Di pertemuan ini materi disampaikan oleh Bapak Jurkani selaku Penyuluh Pertanian di Wilbin BPK Amuntai Utara, adapun isi materi yang disampaikan adalah system tanam jajar legowo. Pada kesempatan ini juga peserta banyak mendapat arahan dari Bapak Hairu Bahri, S.PKP selaku KJF. Beliau mengatakan Kelompok tani merupakan wadah berkumpulnya anggota kelompok untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam kelompok tani harus ada gotong royong, saling kebersamaan demi keberhasilan bersama. Secara teknis beliua juga menyinggung masalah yang dihadapi petani yanitu adanya dampak kekeringan yang dapat diatasi dengan pembuatan Embung sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan degan sistem pompanisasi. Air sangat besar perananyan bagi tanaman, ada 2 fase krusial dimana tanaman padi harus tersedia air untuk menunjang pertumbuhannya. Fase pertma yaitu saat tanaman mulai ditanam sampai umur 1 minggu, sedangkan fase yang kedua pada saat masa primordial kata beliau. Disamping itu, beliau juga mengatakan dan menekankan agar kelompok tani benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya demi kemajuan pembangunan pertanian khususnya di desa tersebut. (Ditulis oleh : Zikrin M)