Loading...

KEGIATAN TUMPANG SARI PADI JAGUNG SEPUTIH AGUNG

KEGIATAN TUMPANG SARI PADI JAGUNG SEPUTIH AGUNG
Tumpangsari merupakan sistem bercocok tanam dengan cara menanam dua jenis tanaman yang berbeda atau lebih secara bersamaan (bisa juga agak bersamaan/berselang beberapa hari atau 1 minggu) dengan membentuk deretan-deretan lurus untuk tanaman yang ditanam secara berseling pada satu bidang tanah. Pola tumpangsari yang dikembangkan Ditjen TP adalah Padi – Jagung, Jagung – Kedelai, Padi – Kedelai. Sedangkan lahan yang dianggap cocok untuk dikembangkan tumpangsari disesuaikan dengan musim, yaitu lahan sawah irigasi untuk penanaman pada akhir musim hujan, lahan rawa setelah penanaman padi yang pertama, lahan sawah tadah hujan untuk penanaman pada awal musim hujan dengan populasi rapat, dan lahan kering untuk penanaman pada awal musim hujan.Jenis-jenis tanaman yang sering ditanam dengan sistem tumpang sari pada umumnya merupakan tanaman semusim. Contoh yang sering kita temui adalah tanaman jagung dengan kacang kedelai atau tanaman jagung dengan padi darat (padi gogo). Dalam rangka penerapan system tumpang sari padi jagung di kelompok tani Dono Makmur I Kampung Dono Arum Kecamatan Seputih Agung, Penyuluh pertanian dan kelompok tani melaksanakan kegiatan tanam tumpang sari pada hari jumat tanggal 23 November 2018. Luas lahan yang ditanami system tumpang sari sebanyak 15 ha. Pada saaat pengambilan gambar, umur tanaman berkisar 1 bulan . (penulis: Korluh BPP)